- Rumah Sri Ksetra menyelenggarakan Lomba Poster Kontemporer Wayang Palembang untuk menarik minat generasi muda terhadap pelestarian budaya tradisional.
- Kompetisi ini bagian dari program nasional untuk menghidupkan kembali eksistensi Wayang Palembang melalui medium kreatif yang relevan.
- Pendaftaran berlangsung 1-20 Juli 2026 dengan pameran karya terbaik dijadwalkan pada akhir Juli 2026 di Sumatera Selatan.
SuaraSumsel.id - Bagaimana jika Arjuna bertemu Iron Man? Atau Gatotkaca berdiri sejajar dengan Captain America? Imajinasi itulah yang ingin dihadirkan dalam Lomba Poster Kontemporer Wayang Palembang, sebuah kompetisi yang mengajak generasi muda melihat kembali warisan budaya melalui bahasa visual yang dekat dengan kehidupan mereka saat ini.
Lomba yang digelar Rumah Sri Ksetra ini lahir dari kegelisahan atas semakin redupnya eksistensi Wayang Palembang, salah satu seni pertunjukan tradisional yang kini menghadapi ancaman kepunahan.
Padahal, pada masanya Wayang Palembang merupakan pertunjukan bayang-bayang (shadow puppet) yang digemari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Berangkat dari pertanyaan sederhana, bagaimana Wayang Palembang hidup dalam imajinasi generasi muda hari ini?, Rumah Sri Ksetra mengajak anak-anak muda di Sumatera Selatan menerjemahkan tokoh-tokoh wayang ke dalam karya poster bergaya kontemporer.
Ketua Rumah Sri Ksetra, Nopri Ismi, mengatakan lomba ini bukan sekadar kompetisi desain, tetapi juga upaya membangun kembali kedekatan generasi muda dengan tokoh-tokoh wayang melalui pendekatan yang lebih relevan dengan budaya populer.
"Kami berharap lomba poster ini mampu menempatkan tokoh-tokoh wayang seperti Arjuna, Gatotkaca, Nakula, hingga Kresna hadir pada masa kini, bahkan mungkin bersua dengan para superhero Avengers dalam imajinasi anak-anak muda saat ini," kata Nopri Ismi, Sabtu (27/6/2026).
Menurutnya, budaya tidak harus dipertahankan dengan cara-cara lama. Justru ketika ruang kreativitas dibuka, generasi muda dapat menemukan cara baru untuk mengenal sekaligus mencintai warisan budaya daerah.
Lomba Poster Kontemporer Wayang Palembang merupakan bagian dari program "Menyelamatkan Wayang Palembang di Sungai Musi: Merayakan Wayang Bersama Generasi Muda", yang didukung Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Indonesiaraya dan LPDP.
Melalui program tersebut, Rumah Sri Ksetra tidak hanya menggelar lomba poster, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan lain yang bertujuan menghidupkan kembali Wayang Palembang di tengah masyarakat.
Baca Juga: Festival Lahan Basah Tempirai Hidupkan Lagi Joadah, Kuliner Beras Hitam Masyarakat Musi
Rangkaian kegiatan meliputi lomba melukis Wayang Palembang bagi pelajar, produksi film dokumenter tentang maestro Wayang Palembang Dalang Rasyid, hingga pertunjukan Wayang Palembang yang akan dimainkan oleh generasi muda. "Lewat program ini kami ingin menunjukkan bahwa Wayang Palembang tetap relevan dan bisa dinikmati generasi sekarang melalui berbagai medium kreatif," ujar Nopri.
Pendaftaran Lomba Poster Kontemporer Wayang Palembang dibuka mulai 1 Juli hingga 20 Juli 2026. Informasi mengenai syarat dan ketentuan lomba dapat diakses melalui akun Instagram Rumah Sri Ksetra.
Sebagai bentuk apresiasi, sepuluh karya terbaik akan dipilih sebagai nominasi dan dipamerkan pada puncak kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada pekan terakhir Juli 2026. Pameran tersebut diharapkan menjadi ruang pertemuan antara kreativitas anak muda dengan kekayaan budaya lokal, sekaligus membuktikan bahwa Wayang Palembang masih memiliki tempat di tengah perkembangan seni visual masa kini.
Tag
Berita Terkait
-
Jongot, Tradisi Orang Musi yang Bertahan Ratusan Tahun Saat Kebun Tumbuh Menjadi Hutan
-
Apa Itu Jongot? Cara Orang Musi Menjaga Pangan, Air, dan Ingatan Leluhur di Sumsel
-
Film Jongot Merekam Cara Orang Musi Menjaga Pangan, Air, dan Ingatan Leluhur
-
Film 'Jongot' Angkat Kearifan Suku Musi dalam Menjaga Hutan dan Alam
-
Rumah Sri Ksetra Raih Anugerah Kebudayaan, Simbol Kekayaan Budaya Sumatera Selatan
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Pestapora 2026 Makin Meriah Bareng BRImo, Ada Cashback hingga Aktivitas Berhadiah
-
PHR dan Kejaksaan Agung Kawal Kerja Sama Produksi Sumur Minyak BUMD, Koperasi, dan UMKM
-
Dari Energi untuk Negeri, Kilang Plaju Hadirkan Harapan Dengan Donor Darah
-
Sumsel Raih 3 Penghargaan TPID dan TP2DD Awards 2026
-
Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?