- Bank Sumsel Babel dan OJK menyelenggarakan edukasi inklusi keuangan bagi penyandang disabilitas di wilayah Palembang baru-baru ini.
- Program ini bertujuan meningkatkan akses perbankan yang ramah, setara, dan inklusif bagi nasabah penyandang disabilitas di bank.
- Ali Amin, sebagai peserta, kini lebih percaya diri menabung dan mampu mengelola keuangan pribadi secara lebih teratur.
SuaraSumsel.id - Bagi banyak orang, datang ke bank mungkin hanya rutinitas. Mengambil nomor antrean, mengisi formulir, lalu menyelesaikan transaksi. Namun bagi penyandang disabilitas, pengalaman itu tidak selalu sesederhana yang dibayangkan. Keterbatasan akses, komunikasi, hingga prosedur administrasi kerap menjadi tantangan yang membuat layanan keuangan terasa jauh dari kata setara.
Perasaan itulah yang pernah dirasakan Ali Amin.
Penyandang disabilitas asal Palembang itu mengaku, selama ini ia kerap merasa khawatir ketika harus berurusan dengan layanan perbankan. Bukan karena prosesnya rumit, melainkan karena belum semua layanan benar-benar memahami kebutuhan penyandang disabilitas.
Pengalaman berbeda justru ia rasakan saat mengikuti kegiatan Edukasi Keuangan dan Peluncuran Layanan Ramah Disabilitas yang digelar Bank Sumsel Babel bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hari itu, Ali tidak hanya membuka rekening atau mengikuti edukasi keuangan. Ia merasakan bagaimana pelayanan perbankan dapat diberikan dengan cara yang lebih manusiawi.
Petugas menyambutnya sejak tiba di lokasi. Mulai dari pendampingan ketika memasuki area layanan, proses administrasi yang lebih mudah dipahami, hingga pelayanan teller yang memberikan penjelasan dengan sabar sesuai kebutuhannya. "Saya senang menabung di Bank Sumsel Babel. Tadi pengalamannya, teller membantu dan memahami apa yang menjadi kebutuhan saya. Setelah menabung, saya makin belajar mengatur keuangan pribadi saya," ujar Ali.
Menurutnya, pengalaman tersebut membuat dirinya semakin percaya diri memanfaatkan layanan perbankan. Rekening yang dimilikinya bukan hanya menjadi tempat menyimpan uang, tetapi juga membantunya mengelola keuangan secara lebih teratur, termasuk ketika menerima penyaluran bantuan dari Pemerintah. "Terima kasih kepada Bank Sumsel Babel. Layanan seperti ini sangat membantu kami. Saya jadi lebih semangat menabung dan belajar mengatur keuangan sendiri," katanya.
Bagi Ali, pelayanan yang ramah bukan sekadar soal keramahan petugas. Lebih dari itu, ia merasa dihargai sebagai nasabah yang memiliki hak yang sama dengan masyarakat lainnya.
Pengalaman Ali menjadi gambaran bahwa inklusi keuangan tidak cukup diwujudkan hanya melalui penyediaan layanan perbankan. Yang jauh lebih penting adalah memastikan setiap orang memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses layanan tersebut dengan nyaman, aman, dan bermartabat.
Komitmen itulah yang terus diperkuat Bank Sumsel Babel.
Baca Juga: Sepiring Pempek, Seribu Penghidupan
Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Sumsel Babel Riera Ecorhynalda sempat menegaskan bahwa inklusi keuangan tidak berhenti pada penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga harus diiringi perubahan cara pandang dalam memberikan pelayanan. "Setiap nasabah berhak memperoleh pengalaman layanan yang setara dan bermartabat. Melalui penyediaan infrastruktur yang aksesibel serta penguatan kapasitas sumber daya manusia yang responsif, kami berkomitmen menghadirkan layanan perbankan yang inklusif dan berkeadilan," ujar Riera.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai inovasi layanan, mulai dari fasilitas gedung yang lebih ramah penyandang disabilitas, layanan ATM bagi tunanetra, alternatif pengganti tanda tangan dalam proses administrasi, hingga pendampingan petugas sejak nasabah datang di area parkir, memperoleh layanan prioritas tanpa antre, sampai menyelesaikan transaksi bersama teller maupun customer service.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan simulasi layanan atau customer journey yang memperlihatkan secara langsung bagaimana penyandang disabilitas memperoleh pengalaman layanan perbankan yang utuh sejak pertama kali datang hingga seluruh transaksi selesai dilakukan.
Bagi Otoritas Jasa Keuangan, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas akses keuangan nasional.
Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Selatan Tito Adji Siswantoro mengatakan OJK terus mendorong seluruh lembaga jasa keuangan menghadirkan layanan yang inklusif, baik secara fisik maupun digital.
Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan penerapan pedoman SETARA (Sarana Ekonomi Tangguh dan Ramah) sebagai acuan membangun ekosistem keuangan yang adil, mudah diakses, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Berita Terkait
-
Sepiring Pempek, Seribu Penghidupan
-
Bank Sumsel Babel Pertahankan Predikat Platinum Service Excellence 10 Tahun Berturut-turut
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Bank Sumsel Babel Hadirkan BSB Prioritas, Layanan Perbankan Premium Sentuhan Personal
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Layanan Digital, Beli Paket Data Telkomsel Kini Bisa di BSB Mobile
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Karhutla Sumsel Pecahkan Rekor 8 Tahun, Luas Terbakar Tembus 1.926 Hektare
-
BRI Pastikan Bantuan BRI Peduli Hadir Cepat Untuk Korban Gempa Bumi Flores
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub
-
Mobil Impian Makin Dekat, BRI KKB Expo 2026 Hadir di 131 Cabang