Tasmalinda
Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:02 WIB
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 memperkuat kolaborasi pengelolaan sampah berkelanjutan bersama Pemerintah Kota Prabumulih
Baca 10 detik
  • PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Prabumulih dan KLH mengelola sampah secara berkelanjutan.
  • Rangkaian kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 berlangsung pada 20 Mei hingga 23 Juni 2026.
  • Program ini menghasilkan edukasi lingkungan bagi 500 pelajar serta penanaman 3.650 pohon di Hutan Benakat-Semangus.

SuaraSumsel.id - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 memperkuat kolaborasi pengelolaan sampah berkelanjutan bersama Pemerintah Kota Prabumulih dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sebagai bagian dari upaya mendukung aksi iklim dan pelestarian lingkungan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2026 yang berlangsung sejak 20 Mei hingga 23 Juni 2026 dengan melibatkan pemerintah, akademisi, pelajar, komunitas, hingga masyarakat.

Mengusung tema global "Saatnya Bekerja untuk Iklim", rangkaian kegiatan difokuskan pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan sebagai salah satu langkah nyata mengurangi dampak perubahan iklim.

Praktik pengelolaan sampah masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Selain mencemari lingkungan, sampah yang tidak dikelola dengan baik juga menjadi sumber emisi gas rumah kaca, khususnya gas metana dari sampah organik, yang memiliki potensi pemanasan global sekitar 28 kali lebih besar dibandingkan karbon dioksida (CO).

Pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Gedung Patra Ria Prabumulih, Selasa (23/6/2026), Direktur Penanganan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup Melda Mardalina mengungkapkan timbulan sampah nasional pada 2026 diperkirakan mencapai 51,8 juta ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 73,93 persen masih belum terkelola secara optimal sehingga membutuhkan kolaborasi aktif antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat.

General Manager PHR Zona 4 Djudjuwanto mengatakan pengelolaan lingkungan tidak dapat dilakukan sendiri. Menurutnya, keberhasilan menjaga lingkungan hanya dapat dicapai melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.

"Aksi nyata dalam rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia sepanjang bulan ini membuktikan bahwa kolaborasi pengelolaan lingkungan, mulai dari edukasi pelajar, munculnya ide-ide kreatif masyarakat dalam menjaga lingkungan, hingga upaya konservasi keanekaragaman hayati, dapat berjalan dengan baik," ujar Djudjuwanto.

Sebagai bagian dari kampanye tersebut, PHR Zona 4 bersama Pemerintah Kota Prabumulih mengedukasi sekitar 500 pelajar SMA mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dini. Edukasi juga diperkuat melalui lomba esai, video kreatif, stand-up comedy, dan mewarnai yang melibatkan masyarakat dari berbagai kelompok usia.

Puncak kegiatan turut menghadirkan Abah Dindin, penerima Kalpataru 2024 kategori Pembina Lingkungan, yang dikenal melalui kiprahnya mengelola sampah berbasis komunitas sekaligus memberdayakan anak jalanan dan kelompok marjinal. Dalam kesempatan tersebut, Abah Dindin berbagi pengalaman kepada 12 kelompok bank sampah dan Pusat Daur Ulang (PDU) di Prabumulih untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Wali Kota Prabumulih H. Arlan mengapresiasi kontribusi PHR Zona 4 dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. "Keberlanjutan pelestarian lingkungan tidak dapat dicapai oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi aktif seluruh elemen masyarakat, komunitas, dan sektor swasta. Kami mengapresiasi Pertamina atas inisiatif dan komitmennya dalam kegiatan ini," kata Arlan.

Baca Juga: Dengung Kecil, Jejak Besar Efek Berganda Migas yang Mengubah Nasib Perempuan Desa

Selain edukasi, rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 juga diisi dengan pameran program pemberdayaan masyarakat, pembagian bibit pohon, serta pemberian penghargaan kepada berbagai program yang berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.

Sebagai bentuk komitmen terhadap konservasi, PHR Zona 4 bersama para pemangku kepentingan menanam 3.650 pohon di kawasan Hutan Benakat-Semangus seluas 5,72 hektare, yang merupakan habitat Gajah Sumatra.

Perusahaan juga menyerahkan 550 bibit pohon buah kepada Pemerintah Kota Prabumulih untuk ditanam di berbagai kelurahan. Dengan penyerahan tersebut, total bibit pohon buah yang telah disalurkan kepada masyarakat Prabumulih sepanjang 2026 mencapai 1.150 batang.

Melalui kolaborasi bersama pemerintah, akademisi, komunitas, pelajar, dan masyarakat, PHR Zona 4 berharap kesadaran terhadap pengelolaan sampah terus meningkat sehingga mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung upaya mitigasi serta adaptasi terhadap perubahan iklim.

Load More