- Aliansi BEM se-Sumatera Selatan akan menggelar demonstrasi besar di DPRD Sumatera Selatan pada Senin, 15 Juni 2026.
- Mahasiswa membawa sembilan tuntutan terkait perbaikan ekonomi nasional, pemberantasan korupsi, serta reformasi sektor hukum dan keamanan negara.
- Aksi ini bertujuan mendesak pemerintah agar lebih responsif terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok dan kesejahteraan masyarakat bawah.
SuaraSumsel.id - Gelombang aksi mahasiswa yang sebelumnya ramai di Jakarta dan kota-kota besar kini merambah Sumatera Selatan. Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dijadwalkan turun ke jalan, Senin (15/6/2026), dalam aksi bertajuk "Menuju Indonesia Bangkrut" dengan titik aksi di DPRD Sumsel.
Mahasiswa kali ini membawa sembilan tuntutan yang mencakup persoalan ekonomi, pemberantasan korupsi, harga kebutuhan pokok, hingga reformasi sektor hukum dan keamanan. Aksi yang dimotori Aliansi BEM se-Sumatera Selatan dan sejumlah organisasi mahasiswa tersebut diperkirakan menjadi salah satu demonstrasi terbesar yang digelar di Palembang dalam beberapa bulan terakhir.
Koordinator BEM Nusantara Sumsel, Ilham, mengatakan pihaknya masih terus melakukan konsolidasi massa dari berbagai kampus untuk memperkuat suara mahasiswa dalam aksi tersebut. "Iya, BEM Nusantara Sumsel turun pada hari Senin ini," kata Ilham.
Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk respons mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang dinilai semakin dirasakan masyarakat, mulai dari tekanan ekonomi, harga kebutuhan pokok, hingga berbagai kebijakan publik yang menjadi perhatian nasional.
Dalam pernyataan sikap yang beredar menjelang aksi, mahasiswa menegaskan bahwa mereka membawa sedikitnya sembilan tuntutan utama.
Tuntutan pertama adalah mendesak DPR RI dan pemerintah segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset sebagai langkah nyata dalam pemberantasan korupsi.
Mahasiswa menilai pengesahan regulasi tersebut penting untuk memberikan efek jera kepada pelaku korupsi sekaligus memaksimalkan pengembalian kerugian negara.
Selain itu, mahasiswa juga meminta evaluasi terhadap sejumlah kebijakan ekonomi pemerintah.
Aliansi mahasiswa mendesak pemerintah menunda sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program terkait lainnya hingga kondisi ekonomi nasional dinilai lebih stabil.
Baca Juga: Mampukah CFD Ampera Menjadi Malioboro Mingguan Palembang?
Mereka juga meminta evaluasi terhadap pola sentralisasi alokasi anggaran yang dianggap perlu ditinjau kembali agar lebih merata dan tepat sasaran.
Tidak hanya itu, mahasiswa turut menyoroti kondisi ekonomi nasional yang dinilai masih menghadapi berbagai tantangan.
Melalui aksi tersebut, mereka meminta pemerintah memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas ekonomi makro sekaligus melindungi daya beli masyarakat.
Isu harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) juga masuk dalam daftar tuntutan.
Mahasiswa meminta pemerintah memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau dan mengambil langkah nyata untuk meminimalkan dampak kebijakan energi terhadap biaya produksi masyarakat.
Dalam bidang hukum dan ketatanegaraan, mahasiswa mendesak Presiden dan DPR RI mematuhi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 114/PUU-XXIII/2025.
Berita Terkait
-
Mampukah CFD Ampera Menjadi Malioboro Mingguan Palembang?
-
Pulang Kerja Jam 4 Pagi, Pekerja Perempuan di Palembang Dibegal dan Ditodong Senpi
-
Car Free Day di Ampera Resmi Dimulai, Mampukah Bertahan atau Sekadar Seremonial?
-
Begal Bersenjata Kembali Hantui Palembang, Perempuan Pulang Kerja Jadi Korban, Motor Raib
-
Setelah Jakarta, Aksi 'Menuju Indonesia Bangkrut' Bakal Digelar di Palembang Senin Besok
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Golkar Sumsel Bersiap Gelar Musda, Mampukah Partai Kembalikan Kekuatan Politiknya?
-
Semen Baturaja Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar, Perkuat Ketahanan Energi Industri
-
BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan dan Hadirkan Akad Massal 62 Ribu KPR FLPP
-
Detik-detik Wagub Babel Ditahan, Pakai Rompi Tahanan Merah lalu Bungkam
-
Kartu ATM Tertelan, Saldo Rp17 Juta Raib, Begini Kronologi yang Dialami Nasabah di Palembang