- Bank Indonesia memproyeksikan ekonomi Sumatera Selatan tumbuh 5,00 hingga 5,80 persen pada 2026 meskipun terjadi ketidakpastian ekonomi global.
- Pertumbuhan didorong oleh aktivitas kredit perbankan yang meningkat 10,54 persen serta penguatan digitalisasi sistem pembayaran bagi pelaku UMKM.
- Bank Indonesia menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin guna menjaga stabilitas Rupiah dari dampak konflik Timur Tengah.
Digitalisasi dan Konsumsi Jadi Penopang
Selain ditopang sektor keuangan yang sehat, BI juga mencatat digitalisasi sistem pembayaran di Sumatera Selatan terus menunjukkan tren positif. Perkembangan transaksi digital menjadi salah satu indikator bahwa aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan dan beradaptasi dengan perubahan teknologi.
Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan QRIS, mobile banking, hingga transaksi digital di sektor UMKM terus meningkat. Kondisi ini membantu memperkuat konsumsi domestik yang selama ini menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Kombinasi antara konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, investasi yang masih tumbuh, dan dukungan sektor keuangan yang sehat menjadi alasan utama mengapa Sumatera Selatan dinilai mampu bertahan menghadapi berbagai tekanan global.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi hingga 5,80 persen menjadi kabar baik bagi dunia usaha di Sumsel.
Di tengah kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global, angka tersebut menunjukkan bahwa peluang bisnis dan investasi di Sumatera Selatan masih terbuka lebar. Sektor perdagangan, jasa, pertanian, perkebunan, hingga industri pengolahan diperkirakan tetap menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Pada saat yang sama, inflasi Sumsel juga diperkirakan tetap berada dalam rentang sasaran nasional sebesar 2,5 persen ± 1 persen, sehingga daya beli masyarakat diharapkan tetap terjaga sepanjang tahun ini.
Kolaborasi Jadi Kunci
Bambang Pramono menegaskan bahwa menghadapi tantangan global tidak bisa dilakukan oleh satu institusi saja. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, BPS, perbankan, dunia usaha, dan masyarakat untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Baca Juga: Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Ini Dampaknya bagi Kelas Menengah dan UMKM di Sumsel
Melalui forum BERSUA, BI berharap komunikasi antar pemangku kepentingan semakin kuat sehingga setiap kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran dan mampu menjaga optimisme masyarakat.
Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, proyeksi pertumbuhan hingga 5,80 persen menjadi sinyal bahwa Sumatera Selatan masih memiliki fondasi ekonomi yang kokoh. Tantangan memang ada, tetapi sejauh ini daerah ini menunjukkan kemampuan untuk tetap tumbuh ketika banyak wilayah lain harus berjuang menghadapi tekanan global.
Tag
Berita Terkait
-
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Ini Dampaknya bagi Kelas Menengah dan UMKM di Sumsel
-
FESyar Sumatera 2026 Perkuat Sinergi untuk Akselerasi Ekonomi Syariah Regional
-
Bank Indonesia Perkuat Literasi Syariah Lewat Pelatihan Content Creator hingga Dai Digital
-
FESyar Sumatera 2026 Hadir di Palembang, Ada 122 UMKM Halal dan Tabligh Akbar Habib Syech
-
Sumsel Siapkan Lompatan Ekonomi Baru lewat Task Force Investasi
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
BRI Melalui Perbanas: Perbankan Indonesia Tetap Sehat di Tengah Ketidakpastian Global
-
Launching CFD Ampera 14 Juni, Ini Jalan yang Ditutup dan Jalur Alternatif yang Disiapkan
-
Mengenal RUMPUN HIJAU, Program yang Dorong Perempuan Ambil Peran dalam Transisi Energi
-
Siapa Titin Rita Lestari? Ketua Tim BPK Sumsel yang Kini Jadi Tersangka KPK Bersama Edison
-
Kronologi Kasus Edison Jadi Tersangka Dua Kali: Dari Proyek Smart TV hingga Suap Auditor BPK