- Seorang pria berinisial MS menusuk Kgs Johan Wahyudi di 12 Ulu, Palembang, pada Rabu pagi, 27 Mei 2026.
- Penusukan terjadi mendadak saat keduanya sedang berbincang santai hingga korban mengalami luka serius di dada kanannya.
- Keluarga melaporkan kejadian ke Polrestabes Palembang sementara pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku.
SuaraSumsel.id - Suasana Hari Raya Idul Adha di kawasan 12 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang, mendadak berubah mencekam setelah seorang pria ditusuk secara tiba-tiba oleh orang yang dikenalnya sendiri, Rabu (27/5/2026) pagi.
Peristiwa itu membuat warga sekitar geger karena kejadian bermula dari obrolan santai tanpa keributan.
Korban diketahui bernama Kgs Johan Wahyudi (43), warga Lorong Pedatuan Darat, Kelurahan 12 Ulu. Ia mengalami luka tusuk di bagian dada kanan dan harus dilarikan ke RS Muhammadiyah Palembang untuk mendapatkan perawatan intensif.
Menurut keluarga, pelaku berinisial MS datang ke lokasi sekitar pukul 09.35 WIB. Saat itu pelaku sempat duduk bersama korban sambil berbincang santai seperti biasa.
Tak ada tanda pertengkaran ataupun ketegangan selama percakapan berlangsung.
“Awalnya ngobrol biasa, tidak ada ribut,” ujar kakak ipar korban, Jhon Heri.
Namun suasana mendadak berubah hanya dalam hitungan menit.
Saat hendak berpamitan pulang, pelaku diduga tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam yang diselipkan di pinggang lalu menusukkannya ke arah dada korban.
Korban langsung tumbang dan membuat keluarga serta warga sekitar panik.
Baca Juga: Bukan Sekadar Kurban, Kilang Pertamina Plaju Hadirkan Kepedulian dan Kebersamaan untuk Warga
Pelaku kemudian melarikan diri usai kejadian, sementara korban segera dibawa ke rumah sakit menggunakan kendaraan warga.
Peristiwa tersebut menyita perhatian warga karena terjadi di tengah suasana Idul Adha yang identik dengan silaturahmi dan kebersamaan keluarga.
Banyak warga mengaku tidak menyangka obrolan santai dapat berubah menjadi aksi kekerasan dalam waktu singkat.
“Tidak ada firasat apa-apa, tiba-tiba korban sudah terkapar,” kata seorang warga di sekitar lokasi.
Hingga kini, keluarga korban mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab pelaku nekat melakukan penusukan.
Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke Polrestabes Palembang dan masih dalam proses penyelidikan.
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Kurban, Kilang Pertamina Plaju Hadirkan Kepedulian dan Kebersamaan untuk Warga
-
Batas Waktu Takbiran Idul Adha 2026, Sampai Kapan Takbir Masih Disunnahkan?
-
Jelang Idul Adha, Harga Cabai dan Bumbu Dapur di Pasar 16 Ilir Palembang Bikin Ibu-ibu Menjerit
-
Harga Sapi Kurban di Palembang 2026 Mulai Rp15 Juta, Jenis Limosin Jumbo Bisa Tembus Rp50 Juta
-
Terungkap, Ini Penyebab Ayah di Palembang Ditikam Berkali-kali Saat Pangku Anak di Angkot
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
Mengapa Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi Digeledah KPK di Kasus Audit Muara Enim?
-
Wapres Gibran Dijadwalkan ke Jembatan Musi V Palembang, Agenda Mendadak Ditunda