- Menjelang Idul Adha 2026, pedagang di Palembang mulai menawarkan berbagai jenis sapi kurban dengan harga variatif.
- Harga sapi kurban di Palembang berkisar antara Rp15 juta hingga Rp50 juta tergantung jenis dan bobotnya.
- Pedagang kini menyediakan layanan pemesanan daring melalui WhatsApp dan panggilan video guna memudahkan akses bagi para pembeli.
SuaraSumsel.id - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, penjualan sapi kurban di Palembang mulai ramai diperbincangkan warga. Berbagai jenis sapi, mulai dari sapi lokal, Bali, Brangus, hingga Limosin jumbo mulai diburu masyarakat yang ingin berkurban lebih awal.
Tahun ini, harga sapi kurban di Palembang cukup bervariasi tergantung ukuran, bobot, dan jenis hewan. Untuk sapi lokal ukuran standar, pedagang membuka harga mulai Rp15 juta hingga Rp22 juta.
Sementara itu, sapi jenis premium seperti Simmental dan Limosin dijual jauh lebih tinggi. Bahkan untuk Limosin berbobot besar, harganya bisa mencapai Rp45 juta hingga Rp50 juta per ekor.
Pedagang hewan kurban menyebut sapi Limosin masih menjadi primadona setiap menjelang Idul Adha karena memiliki ukuran tubuh besar dan tampilan yang lebih menarik dibanding sapi biasa.
“Kalau Limosin biasanya dicari perusahaan atau patungan keluarga besar karena bobotnya besar,” ujar salah satu pedagang hewan kurban di Palembang.
Selain Limosin, sapi Bali juga menjadi pilihan favorit warga karena harganya relatif lebih terjangkau. Jenis ini dinilai cocok untuk pembeli yang mencari sapi kurban dengan harga menengah namun tetap memenuhi syarat kurban.
Tidak hanya penjualan langsung di kandang, tren pembelian sapi kurban kini juga mulai berubah. Sejumlah pedagang menawarkan pemesanan melalui WhatsApp hingga video call agar pembeli bisa memilih sapi tanpa harus datang langsung.
Menjelang Idul Adha, lapak-lapak penjualan hewan kurban musiman juga mulai bermunculan di sejumlah kawasan jalan besar di Palembang. Kondisi ini biasanya menjadi penanda meningkatnya aktivitas jual beli hewan kurban setiap tahun.
Kisaran Harga Sapi Kurban di Palembang 2026
Baca Juga: Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat
Sapi lokal: Rp15 juta – Rp22 juta
Sapi Bali: Rp16 juta – Rp25 juta
Sapi Brangus: Rp22 juta – Rp30 juta
Sapi Simmental: Rp30 juta – Rp45 juta
Sapi Limosin jumbo: Rp45 juta – Rp50 juta
Pedagang memperkirakan harga sapi kurban masih berpotensi naik mendekati Hari Raya Idul Adha, terutama untuk sapi berbobot besar yang jumlahnya mulai terbatas.
Berita Terkait
-
Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat
-
Doa Mustajab Kurban Agar Ibadah Idul Adha Berkah dan Dicintai Allah
-
Cara Menyimpan Daging Kurban agar Tidak Bau dan Tahan Lama, Simak Tips Berikut!
-
YBM BRILiaN Bagikan Daging Kurban ke Keluarga Miskin di Palembang
-
Sapi Kurban Kabur: Hiburan Idul Adha yang Mengundang Tawa dan Kekhawatiran
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Sampel Diuji untuk Tentukan Sanksi
-
Pemprov Sumsel Janji Pulihkan Lahan Bekas Karhutla dengan Bibit, Bagaimana Mekanismenya?
-
Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter, Kabut Asap Picu Kecelakaan Beruntun di Lampung
-
12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Apa Sanksi Berikutnya?
-
18 Konsesi Perusahaan Terdeteksi 10.411 Hotspot, Sejauh Mana Tindakan Pemerintah?