- Petani di Palembang kesulitan mendapatkan pupuk subsidi selama musim tanam karena stok yang terbatas dan distribusi tidak merata.
- Harga pupuk non-subsidi yang tinggi memberatkan modal petani meskipun wilayah tersebut merupakan lokasi pabrik pupuk nasional PT Pusri.
- Ketidaksesuaian antara kuota nasional, pendataan penerima, dan rantai distribusi menyebabkan biaya produksi pertanian meningkat serta menekan keuntungan petani.
SuaraSumsel.id - Di tengah musim tanam yang mulai berjalan, sejumlah petani di Palembang dan wilayah sekitar Sumatera Selatan mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk subsidi. Kalaupun tersedia, stok disebut cepat habis. Sementara harga pupuk non subsidi dinilai semakin memberatkan.
Kondisi ini memunculkan ironi tersendiri di tengah masyarakat. Sebab, Palembang merupakan kota tempat berdirinya PT Pupuk Sriwidjaja Palembang atau Pusri, salah satu produsen pupuk terbesar di Indonesia.
Namun di lapangan, banyak petani mengaku tetap kesulitan memperoleh pupuk dengan harga terjangkau.
“Kadang pupuk subsidi habis duluan. Kalau beli non subsidi, harganya tinggi dan berat buat modal tanam,” ujar seorang petani Ikwal di kawasan Kenten Laut, Palembang belum lama ini.
Keluhan serupa juga ramai diperbincangkan di kalangan petani menjelang musim tanam, terutama terkait distribusi pupuk subsidi yang dinilai belum sepenuhnya mudah diakses.
Di sisi lain, kenaikan biaya produksi pertanian membuat petani semakin sensitif terhadap harga pupuk. Sebab pupuk menjadi salah satu komponen biaya terbesar dalam proses budidaya tanaman pangan maupun perkebunan.
Fenomena ini kembali memunculkan pertanyaan publik mengenai distribusi pupuk di daerah penghasil pupuk nasional seperti Palembang.
Sebagian masyarakat menilai keberadaan pabrik pupuk besar semestinya membuat akses pupuk lebih mudah bagi petani lokal. Namun kenyataannya, distribusi pupuk subsidi tetap mengikuti kuota nasional dan mekanisme penyaluran tertentu.
Persoalan pupuk subsidi tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga menyangkut distribusi, data penerima, hingga pengawasan di lapangan.
Baca Juga: Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Produksi pupuk nasional sebenarnya ada. Tetapi tantangan terbesar sering muncul di rantai distribusi dan ketepatan sasaran,” ujar seorang pengamat ekonomi pertanian di Palembang.
Selain itu, perubahan data petani penerima subsidi dan kebutuhan pupuk yang terus meningkat juga membuat permintaan di lapangan kerap tidak seimbang dengan kuota yang tersedia.
Akibatnya, sebagian petani akhirnya memilih membeli pupuk non subsidi dengan harga lebih mahal agar musim tanam tetap berjalan.
Situasi tersebut membuat margin keuntungan petani semakin tertekan, terutama di tengah biaya produksi lain yang ikut meningkat.
Kondisi pupuk subsidi yang sulit didapat juga menjadi perhatian karena sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang ekonomi Sumatera Selatan, terutama untuk komoditas pangan dan perkebunan.
Di sisi lain, keberadaan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang selama ini memang dikenal sebagai salah satu tulang punggung produksi pupuk nasional yang memasok berbagai wilayah di Indonesia.
Tag
Berita Terkait
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Modus 'Orang Dalam' PT Pusri Terbongkar: 127 Korban Kena Tipu, Uang Ratusan Ribu Raib
-
Viral Rombongan Komisaris PT Pusri di Jalan Ekstrem, Kenapa Isu Keselamatan Jadi Sorotan Publik?
-
Viral di Sitinjau Lauik, Siapa Arteria Dahlan? Dari Politisi PDIP ke Komisaris PT Pusri
-
Viral Kunjungan Komisaris Pusri di Padang, Rombongan Arteria Dahlan Foto di Tikungan Ekstrem
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
Terkini
-
Terbakar Cemburu, Pria di Empat Lawang Habisi Korban dengan Parang dan Tombak
-
Niat Cuci Babat Kurban di Sungai Berujung Duka, Panitia Kurban di Palembang Tenggelam
-
Film 'Jongot' Angkat Kearifan Suku Musi dalam Menjaga Hutan dan Alam
-
Modal Usaha Mulai Seret? KUR Bank Sumsel Babel 2026 Jadi Solusi UMKM Sumsel
-
BRI Region 4 Palembang Tebar Berkah Idul Adha, 45 Hewan Kurban Disalurkan ke Tiga Provinsi