- KAI Divre III Palembang menutup lima perlintasan liar di wilayah operasionalnya guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.
- Penutupan kolaboratif ini bertujuan meminimalisasi risiko kecelakaan di perlintasan tidak resmi yang tidak memiliki fasilitas keamanan memadai.
- Tindakan ini diambil merespons delapan kecelakaan yang terjadi sepanjang tahun 2026 yang menyebabkan korban luka di perlintasan.
SuaraSumsel.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang bersama Balai Teknik Perkeretaapian, TNI, Polri, serta komunitas railfans menutup lima perlintasan liar tidak terjaga di sejumlah wilayah operasional Divre III Palembang.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan, sekaligus meminimalisasi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang liar.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti mengatakan penutupan perlintasan liar merupakan bagian dari program keselamatan yang diinisiasi KAI.
“Penutupan perlintasan liar ini merupakan upaya KAI untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api maupun masyarakat pengguna jalan. Perlintasan tidak resmi sangat berisiko karena tidak dilengkapi perangkat keselamatan dan tidak dijaga oleh petugas,” ujar Aida dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).
Adapun lima perlintasan liar yang ditutup meliputi:
Km 338+7/8 petak jalan Stasiun Karangendah – Stasiun Lembak
Km 388+5/6 emplasemen Stasiun Simpang
Km 337+2/3 emplasemen Stasiun Lembak
Km 549+0/1 petak jalan Stasiun Lubuklinggau – Stasiun Kotapadang
Km 391+1/2 petak jalan Stasiun Muara Gula – Stasiun Muara Enim
Aida menjelaskan, penutupan dilakukan secara kolaboratif sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan keselamatan transportasi perkeretaapian yang lebih baik.
Selain meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, langkah ini juga bertujuan melindungi masyarakat dari risiko kecelakaan di perlintasan liar yang tidak memiliki standar keamanan memadai.
Berdasarkan data KAI Divre III Palembang, sepanjang tahun 2026 telah terjadi delapan kecelakaan di perlintasan sebidang. Dari jumlah tersebut, empat kecelakaan melibatkan kendaraan roda dua dan empat lainnya melibatkan kendaraan roda empat.
Baca Juga: PT KAI Imbau Penumpang Datang Lebih Awal ke Stasiun Kertapati saat CFD Ampera Minggu Pagi
Akibat kejadian tersebut, tercatat dua korban mengalami luka berat dan satu korban luka ringan.
“Kereta api memiliki bobot yang sangat berat dan membutuhkan jarak pengereman yang cukup panjang. Ketika masinis melihat adanya kendaraan yang nekat menerobos perlintasan, tabrakan sering kali tidak dapat dihindarkan,” jelas Aida.
Ia menambahkan, kecelakaan di perlintasan sebidang tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga kerugian materi yang cukup besar.
KAI Divre III Palembang pun mengimbau masyarakat agar selalu disiplin saat melintasi perlintasan sebidang dengan mematuhi rambu-rambu lalu lintas, berhenti sejenak, dan memastikan kondisi aman sebelum melintas.
“Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk disiplin, mematuhi rambu, dan tidak menerobos palang pintu. Ingat, keselamatan jauh lebih penting daripada terburu-buru,” katanya.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak membuat maupun menggunakan perlintasan liar dan memanfaatkan perlintasan resmi yang telah dilengkapi fasilitas keselamatan.
Tag
Berita Terkait
-
PT KAI Imbau Penumpang Datang Lebih Awal ke Stasiun Kertapati saat CFD Ampera Minggu Pagi
-
Triwulan I 2026, KAI Divre III Palembang Angkut 380 Wisman, Tumbuh 3 Persen
-
Minat Wisman ke Sumsel Meningkat, 380 Turis Asing Pilih Kereta Api di Awal 2026
-
Penumpang Kereta di Sumsel Naik 15 Persen, Tembus 296 Ribu, Ini Penyebabnya
-
Komitmen Tingkatkan Layanan, Penumpang KAI Divre III Palembang Tumbuh 15 Persen pada Triwulan I 2026
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
BRI dan Holding UMi Dorong Emas Jadi Instrumen Penguatan Ekonomi
-
Qlola by BRI Hadir dengan Tampilan Baru, Bawa Solusi Digital untuk Kebutuhan Bisnis
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK