Tasmalinda
Kamis, 07 Mei 2026 | 15:36 WIB
penyelidikan lokasi bus ALS terbakar di Muratara Sumatera Selatan [dok Polda Sumsel]
Baca 10 detik
  • Kecelakaan Bus ALS dan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara mengakibatkan 16 orang meninggal dunia.
  • Penyelidikan awal mengungkap bus diduga menghindari lubang jalan dan membawa barang yang memicu kebakaran hebat.
  • Jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk proses identifikasi oleh Tim DVI pihak kepolisian.

SuaraSumsel.id - Kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, terus menjadi perhatian publik.

Hingga Kamis (7/5/2026), sejumlah fakta baru mulai terungkap, mulai dari proses identifikasi korban, dugaan penyebab kecelakaan, hingga kondisi armada bus yang disebut sudah lama beroperasi.

Berikut fakta-fakta terbaru tragedi Bus ALS di Muratara:

1. Sebanyak 16 Korban Meninggal Dunia

Polda Sumsel memastikan total korban dalam kecelakaan maut tersebut mencapai 20 orang.

Sebanyak 16 orang meninggal dunia, tiga korban mengalami luka berat, dan satu orang mengalami luka ringan.

2. Seluruh Jenazah Dibawa ke RS Bhayangkara Palembang

Sebanyak 16 kantong jenazah korban telah tiba di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang pada Kamis pagi sekitar pukul 05.10 WIB.

Jenazah menjalani proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Baca Juga: Identitas Korban Bus ALS di Muratara Bertambah, Satu Keluarga Masuk Daftar Korban Tewas

3. Identitas 10 Korban Mulai Terungkap

Polisi mulai mengungkap identitas sejumlah korban meninggal dunia, di antaranya sopir Bus ALS Alif (44), kru bus Saf dan Maleh, hingga sopir truk tangki Aryanto (49).

Selain itu, terdapat satu keluarga yang ikut menjadi korban, yakni Aldi Sulistiawan, istrinya Rani, dan anak mereka Bela.

4. Bus ALS Diduga Hindari Lubang Jalan

Berdasarkan penyelidikan awal, Bus ALS diduga mengambil jalur kanan saat berusaha menghindari lubang di badan jalan.

Pada saat bersamaan, truk tangki PT Seleraya datang dari arah berlawanan hingga tabrakan frontal tidak terhindarkan.

Load More