- Sepanjang 2025, PT Bukit Asam mencatatkan produksi batu bara 47,2 juta ton dan volume penjualan 45,4 juta ton.
- Perusahaan mencetak laba bersih Rp2,93 triliun melalui efisiensi operasional dan perluasan pasar ekspor ke wilayah Eropa.
- PTBA menargetkan peningkatan produksi dan penjualan sebesar 49,5 juta ton pada tahun 2026 melalui strategi efisiensi.
SuaraSumsel.id - Di tengah tekanan harga batu bara global yang terus melemah, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) justru menunjukkan daya tahan bisnis yang kuat. Sepanjang 2025, perusahaan anggota Grup MIND ID ini berhasil mencatatkan pertumbuhan produksi dan penjualan yang solid.
PTBA membukukan produksi batu bara sebesar 47,2 juta ton, naik 9% dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, volume penjualan turut meningkat 6% menjadi 45,4 juta ton, menegaskan permintaan yang tetap terjaga di tengah volatilitas pasar energi global.
Tak hanya itu, kinerja logistik juga ikut terdongkrak. Volume angkutan batu bara meningkat 6% menjadi 40,4 juta ton, dari sebelumnya 38,2 juta ton. Capaian ini menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menjaga rantai pasok dari hulu hingga hilir.
Keberhasilan ini menjadi bukti strategi adaptif PTBA dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun pasar ekspor.
PTBA tetap menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional dengan 54% penjualan dialokasikan ke pasar domestik. Di sisi lain, ekspansi global terus diperkuat dengan kontribusi ekspor mencapai 46%.
Selain mempertahankan pasar utama di Asia seperti Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina, PTBA juga sukses menembus pasar baru di Eropa, termasuk Spanyol dan Rumania—langkah strategis yang memperluas jangkauan bisnis di tengah kompetisi global.
Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi ujian sekaligus pembuktian ketahanan operasional perusahaan.
“Tahun 2025 adalah pembuktian resiliensi kami. Meski harga jual rata-rata terkoreksi akibat penurunan indeks Newcastle sebesar 22%, PTBA tetap mampu tumbuh melalui efisiensi operasional dan ekspansi pasar global,” ujarnya.
Di tengah tekanan harga, kinerja keuangan PTBA tetap terjaga. Perusahaan mencatatkan laba bersih Rp2,93 triliun dengan EBITDA Rp6,08 triliun.
Baca Juga: Harga Batu Bara Anjlok 22 Persen, PTBA Malah Tancap Gas, Ini Rahasia di Baliknya
Yang menarik, arus kas operasi justru melonjak signifikan sebesar 24% menjadi Rp6,26 triliun, menandakan fundamental bisnis yang tetap sehat dan kuat.
Total aset perusahaan juga meningkat menjadi Rp43,92 triliun, didorong oleh investasi strategis. Sepanjang 2025, PTBA merealisasikan belanja modal (CapEx) sebesar Rp4,55 triliun, yang difokuskan pada pengembangan infrastruktur jangka panjang, termasuk proyek angkutan batu bara Tanjung Enim–Kramasan.
Bidik 49,5 Juta Ton di 2026
Memasuki 2026, PTBA semakin optimistis setelah Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) disetujui tanpa pemangkasan volume produksi.
Perusahaan menargetkan produksi dan penjualan sebesar 49,5 juta ton pada tahun ini.
Strategi utama tetap bertumpu pada efisiensi melalui cost leadership, termasuk penerapan selective mining dan optimalisasi rantai pasok.
Tag
Berita Terkait
-
Penumpang Kereta di Sumsel Naik 15 Persen, Tembus 296 Ribu, Ini Penyebabnya
-
Nasabah Setia Bank Sumsel Babel Lubuklinggau Dapat Kejutan Mobil Toyota Rush
-
Rp8,68 Miliar untuk Rumah Dinas DPRD Sumsel di 2026, Apa Pertimbangan di Baliknya?
-
Awal Bulan, Momentum Tepat Upgrade Lemari dengan Promo Spesial Bank Sumsel Babel
-
ASN Sumsel WFH Tiap Jumat, Enak atau Justru Jadi Ujian Disiplin?
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung
-
Jangan Takut Gagal, Kisah Reski Menembus Pendidikan Tinggi Lewat BIDIKSIBA PTBA
-
Wajah Lain Krisis Karhutla: Anak Terpapar Asap, Perempuan Lebih Berat Merasakan Beban