- Sebuah bus rombongan keluarga calon jemaah haji terguling di jalan lintas Belitang, OKU Timur, pada Senin siang, 20 April 2026.
- Kecelakaan tersebut menyebabkan delapan orang terluka, yang terdiri dari empat korban luka berat dan empat korban luka ringan.
- Penyebab kecelakaan diduga akibat kelalaian sopir yang bermain ponsel saat mengemudi sehingga bus hilang kendali dan keluar jalur.
SuaraSumsel.id - Perjalanan yang seharusnya penuh doa dan haru justru berubah menjadi kepanikan. Rombongan keluarga yang mengantar jemaah calon haji di OKU Timur mengalami kecelakaan tragis setelah bus yang mereka tumpangi terguling di jalan lintas Belitang, Senin siang (20/4/2026).
Peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan lalu lintas biasa. Di dalamnya tersimpan cerita pilu, ketegangan, hingga dugaan kelalaian yang menyisakan tanda tanya besar. Berikut lima fakta yang merangkum sisi human interest dari kejadian tersebut:
1. Haru Mengantar ke Tanah Suci Berubah Jadi Kepanikan
Momen keberangkatan haji selalu identik dengan tangis haru, pelukan hangat, dan doa yang mengalir. Rombongan dalam bus ini pun berangkat dengan suasana serupa.
Namun di tengah perjalanan, suasana itu berubah drastis. Kepanikan pecah saat bus tiba-tiba kehilangan kendali, membuat penumpang yang awalnya penuh harap berubah menjadi korban dalam hitungan detik.
2. Bus Berisi Puluhan Penumpang, Banyak yang Terluka
Bus tersebut mengangkut sekitar 31 orang. Setelah kejadian, delapan orang dilaporkan mengalami luka, dengan rincian empat luka berat dan empat luka ringan.
Korban luka berat menjadi perhatian utama, mengingat mereka harus segera mendapatkan penanganan medis intensif. Sementara penumpang lain mengalami syok akibat kejadian mendadak tersebut.
3. Dugaan Sopir Main Ponsel Jadi Sorotan
Baca Juga: BRI Kembali Dipercaya Sediakan SAR untuk Jemaah, Pastikan Kebutuhan Haji 2026 Terpenuhi
Fakta yang paling menyita perhatian adalah dugaan bahwa sopir sedang bermain ponsel saat mengemudi. Jika benar, ini menjadi bentuk kelalaian serius yang berdampak besar.
Dalam perjalanan jarak jauh, distraksi sekecil apa pun bisa berakibat fatal. Dugaan ini pun memicu keprihatinan publik terhadap disiplin pengemudi, terutama dalam mengangkut penumpang dalam jumlah banyak.
4. Detik-Detik Bus Hilang Kendali
Menurut informasi yang beredar, bus diduga keluar jalur sebelum akhirnya terguling. Tidak ada laporan mengenai kerusakan teknis berat seperti rem blong, sehingga dugaan kuat mengarah pada faktor manusia.
Peristiwa ini berlangsung cepat. Penumpang tidak sempat bersiap, membuat banyak dari mereka terjatuh dan mengalami benturan saat bus terguling.
5. Luka Fisik dan Trauma yang Tersisa
Berita Terkait
-
Energi Bersih Sumsel Bertambah, Panas Bumi Muara Enim Dikembangkan hingga 55 MW
-
Lelang Aset Bank Sumsel Babel 2026 Dibuka, Ini Jadwal & Cara Dapat Properti Legal Terjangkau
-
Forum Sawit Besar Digelar di Palembang, Benarkah Bisa Selamatkan Industri Sumsel?
-
Yuk Gunakan QRIS Bank Sumsel Babel di Car Free Night Palembang, Transaksi Lebih Hemat
-
Bank Sumsel Babel Siapkan Undian Rp550 Juta, Ungu Siap Mengguncang Palembang
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana
-
60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah
-
Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?
-
Kronologi Pasutri Palembang Diduga Kunci Pria di Kamar Mandi, Motor dan 3 HP Raib
-
Lima Tahun Holding UMi, BRI Bangun Ekosistem Keuangan Terintegrasi