- Seorang bocah berinisial ZD ditemukan tewas dengan belasan luka tusuk di perkebunan Desa Sungutan, OKI, pada Kamis pagi.
- Polisi menduga korban menjadi sasaran perampokan setelah sepeda motor yang digunakannya hilang saat hendak membeli makanan.
- Aparat kepolisian sedang melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap pelaku serta menunggu hasil autopsi dari RS Bhayangkara Palembang.
SuaraSumsel.id - Seorang bocah laki-laki berinisial ZD (12) ditemukan tewas dengan belasan luka tusuk di area perkebunan Desa Sungutan, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Kamis (16/4/2026) pagi.
Tubuh korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, memicu duka mendalam sekaligus tanda tanya besar di tengah masyarakat. Polisi menduga kuat, ZD menjadi korban tindak kriminal saat berada di perjalanan.
Dugaan tersebut menguat setelah sejumlah barang milik korban dilaporkan hilang dari lokasi kejadian. Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H menyebut dari hasil olah TKP, terdapat indikasi kuat bahwa korban lebih dulu menjadi sasaran perampokan sebelum akhirnya dibunuh.
“Diduga dirampok oleh pelaku. Ada sejumlah barang milik korban juga hilang, motor,” ujar Suroto, Jumat (17/4/2026) dihubungi Suara.com
Motor yang hilang diketahui bukan milik korban, melainkan kendaraan pinjaman yang digunakan saat keluar rumah. Berdasarkan keterangan keluarga, ZD sempat berpamitan pada Rabu (15/4/2026) malam untuk membeli makanan.
Sejumlah saksi juga melihat korban mengendarai sepeda motor saat meninggalkan rumah. Namun setelah itu, ZD tak pernah kembali.
Kekhawatiran keluarga berubah menjadi duka setelah korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa keesokan harinya di area perkebunan.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya kekerasan brutal yang dialami korban. Polisi menemukan sekitar belasan luka tusuk di tubuh ZD, tersebar di bagian tangan, perut, dan dada.
“Luka tusuk cukup banyak, terutama di bagian tangan. Diduga korban sempat melakukan perlawanan saat kejadian,” ungkap Suroto.
Baca Juga: Berawal dari Tanah yang Digali, Terungkap Anak di Lahat Bunuh Ibu karena Judi Online
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa peristiwa tersebut bukan sekadar perampokan biasa, melainkan aksi kekerasan yang berujung fatal. Jenazah korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang untuk menjalani autopsi.
Hingga kini, hasil resmi pemeriksaan medis masih ditunggu guna memastikan penyebab pasti kematian dan memperkuat proses penyidikan. “Sudah dilakukan pemeriksaan, hasilnya masih menunggu,” kata Suroto.
Aparat kepolisian tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku di balik peristiwa tragis ini. Setelah proses medis selesai, jenazah ZD dipulangkan ke rumah duka.
Keluarga yang terpukul menjadwalkan pemakaman korban pada hari ini di tempat pemakaman keluarga.
Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga warga sekitar yang ikut berduka atas kepergian tragis seorang anak yang seharusnya masih menikmati masa kecilnya.
Berita Terkait
-
Berawal dari Tanah yang Digali, Terungkap Anak di Lahat Bunuh Ibu karena Judi Online
-
Awalnya Minta Uang untuk Judol, Berakhir Tragis: Anak di Lahat Habisi Ibu dengan Cara Keji
-
Detik-detik Perampokan Bersenjata di Indomaret Sekayu: Karyawan Ditodong, Brankas Dipaksa Dibuka
-
7 Fakta Kasus Pembunuhan Staf Bawaslu OKU, Pelaku Sempat Hilang dan Bersembunyi di Palembang
-
7 Fakta Midang Morge Siwe, Tradisi Lebaran di Kayuagung yang Ramai Diserbu Wisatawan
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Diminta Masakkan Makanan untuk Nenek, Pemuda di Banyuasin Aniaya Ibu Kandung
-
Kronologi Menantu Bakar Rumah Mertua di Lubuklinggau, 11 Rumah Hangus
-
Suami Istri Kompak Jadi Spesialis Curanmor dan Bobol Rumah di Palembang, Polisi Ungkap Modusnya
-
LRT Sumsel Kampanyekan Transportasi Publik, Penumpang Stasiun Cinde Tembus 110 Ribu
-
Tagih Utang Berujung Maut, Pria di Palembang Tewas dengan Luka Bacok di Punggung