- Midang Morge Siwe merupakan arak-arakan simbol persatuan sembilan marga asli Kayuagung, OKI, Sumatera Selatan.
- Tradisi ini dilaksanakan rutin pada hari ketiga dan keempat Idul Fitri dengan busana adat perkawinan.
- Arak-arakan ini kini berpotensi besar menjadi daya tarik wisata nasional sekaligus penggerak ekonomi kreatif lokal.
SuaraSumsel.id - Lebaran di Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, selalu punya warna berbeda. Bukan hanya soal silaturahmi, tetapi juga tradisi budaya yang terus hidup dan berkembang.
Salah satunya adalah Midang Morge Siwe, arak-arakan adat yang tak hanya menyedot perhatian warga, tetapi juga mulai dilirik sebagai daya tarik wisata dan penggerak ekonomi kreatif.
Berikut 7 fakta menarik Midang Morge Siwe yang membuatnya layak masuk agenda wisata Lebaran:
1. Tradisi Arak-Arakan Khas Kayuagung
Midang berarti berjalan atau berarak-arakan, sementara Morge Siwe merujuk pada sembilan marga asli di Kayuagung. Tradisi ini menjadi simbol persatuan masyarakat.
2. Digelar Khusus Saat Lebaran
Midang Morge Siwe biasanya dilaksanakan pada hari ketiga dan keempat Idul Fitri, atau dikenal dengan istilah Midang Bebuke.
Momentum ini membuat suasana Lebaran terasa lebih meriah dan penuh makna.
3. Tampilkan Busana Adat Perkawinan
Baca Juga: Halal Bihalal Bank Sumsel Babel 2026: Perkuat Sinergi dan Bangun Budaya Kerja Positif
Peserta midang, terutama pemuda-pemudi, mengenakan pakaian adat perkawinan khas Kayuagung yang disebut Mabang Handak.
Ini menjadi daya tarik visual yang kuat bagi wisatawan.
4. Diiringi Musik Tradisional Tanjidor
Arak-arakan berlangsung meriah dengan iringan musik tradisional seperti tanjidor, menambah nuansa khas dan autentik budaya lokal.
5. Dipadati Warga dan Perantau
Tradisi ini menjadi momen nostalgia, terutama bagi warga Kayuagung yang merantau. Banyak yang pulang kampung khusus untuk menyaksikan Midang Morge Siwe.
Tag
Berita Terkait
-
Selain Rendang, 7 Lauk Ketupat Khas Sumsel Ini Diam-Diam Jadi Favorit Saat Lebaran
-
Minal Aidin wal Faizin: Masih Tulus atau Sekadar Formalitas di Era Chat Lebaran?
-
Kecelakaan di Tol Kayuagung, Isuzu Elf Travel Ringsek, Satu Penumpang Meninggal
-
Tak Sekadar Oleh-oleh, Ini Lokasi Pusat Songket dan Jumputan di Palembang
-
Lengkap! Ini Peta Jalan Tol Trans-Sumatera di Sumsel 2025 & Daftar Gerbang Tolnya
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati