jembatan Ampera, tempat pelaksaaan car free day (CFD).
Baca 10 detik
- Uji coba Car Free Day di Palembang memicu kemacetan parah akibat penutupan akses utama Jembatan Ampera bagi warga.
- Warga meminta pemerintah kota mengevaluasi kebijakan penutupan akses jalan agar tidak mengganggu aktivitas mobilitas masyarakat sehari-hari.
- Pemerintah kota memutuskan menunda kegiatan CFD untuk memperbaiki pengaturan lalu lintas dan operasional petugas di lapangan.
Ketergantungan pada jalur utama seperti Jembatan Ampera membuat kebijakan penutupan jalan harus dilakukan dengan perhitungan matang. Tanpa itu, dampak yang muncul justru bisa berlawanan dengan tujuan awal.
Penundaan CFD menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk melakukan pembenahan. Warga pun berharap, program ini tetap berjalan, namun dengan pendekatan yang lebih realistis.
Namun warga memberi pesan yang jelas: jangan sampai ruang sehat berubah menjadi sumber masalah baru.
Karena bagi Palembang, satu hal tak terbantahkan yakni Jembatan Ampera adalah urat nadi yang tidak bisa ditutup begitu saja.
Berita Terkait
-
5 Mitos Pulau Kemaro yang Masih Dipercaya Warga, dari Cinta Tragis hingga Pantangan Misterius
-
Viral di Sitinjau Lauik, Siapa Arteria Dahlan? Dari Politisi PDIP ke Komisaris PT Pusri
-
Cara Menyimpan Songket Mahal agar Tak Dimakan Ngengat, Rahasia Benang Emas Tetap Berkilau
-
Lakuer Palembang: Kerajinan Kayu Berlapis Emas yang Dulu dari Istana, Kini Diburu Kolektor Dunia
-
WFH untuk Hemat BBM, Transportasi Publik Palembang Belum Sepenuhnya Menjadi Jawaban
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Kabut Asap Kembali Selimuti Palembang, 4 Wilayah Catat Kualitas Udara Berbahaya
-
Karhutla Sumsel: 20 Korporasi Masuk Penyidikan, Identitas 4 Perusahaan Baru Belum Dibuka
-
KMP Batumandi Terbakar di Merak, 4 ASN Ogan Ilir Hendak Konsultasi ke BKN dan Kemendagri
-
Bobby Rizaldi Disebut dalam Dakwaan Suap Rp500 Juta, Temuan BPK Muara Enim Turun Jadi Rp2,32 Miliar
-
Ngaku Pegawai Kemenkumham, Pria di Palembang Tipu Korban Rp250 Juta demi Lulus CPNS