- PT Hindoli merupakan perusahaan kelapa sawit berskala besar milik grup Cargill yang beroperasi di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
- Kebakaran terjadi pada 11 sumur minyak ilegal yang ditemukan di area perkebunan PT Hindoli di Kecamatan Sungai Lilin.
- Insiden kebakaran tersebut mengungkap adanya aktivitas ilegal di lahan industri serta potensi dampak kerusakan lingkungan di kawasan tersebut.
SuaraSumsel.id - Nama perkebunan Hindoli mendadak menjadi sorotan setelah kebakaran sumur minyak ilegal di Musi Banyuasin (Muba) mengungkap aktivitas tersembunyi di dalamnya. Namun di balik kasus tersebut, muncul pertanyaan yang lebih besar yakni seperti apa sebenarnya kawasan perkebunan yang menjadi lokasi kejadian itu?
Bukan lahan kecil, Hindoli merupakan bagian dari jaringan perkebunan kelapa sawit berskala besar di Sumatera Selatan. PT Hindoli merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berada di bawah grup global Cargill. Perusahaan ini mulai masuk ke Indonesia pada 1996 melalui akuisisi terhadap PT Hindoli.
Saat ini, operasinya mencakup perkebunan sawit dengan luas sekitar 21.000 hektare, yang tersebar di wilayah Musi Banyuasin.
Tak hanya kebun, perusahaan ini juga memiliki empat pabrik pengolahan yang memproses tandan buah segar (TBS) menjadi minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunan lainnya.
Lokasinya berada di jalur strategis Palembang–Jambi, tepatnya di Kecamatan Sungai Lilin yakni wilayah yang dikenal sebagai salah satu kantong produksi sawit di Sumatera Selatan.
Sebagai bagian dari perusahaan global, operasional Hindoli tidak hanya mencakup perkebunan, tetapi juga sistem produksi terintegrasi.
Mulai dari pembukaan dan pengelolaan lahan, panen tandan buah segar hingga pengolahan di pabrik.
Model seperti ini membuat aktivitas di dalam kawasan berlangsung secara intens dan berkelanjutan.
Di sisi lain, skala besar ini juga membuat pengawasan kawasan menjadi tantangan tersendiri—terutama jika terdapat aktivitas di luar sistem resmi perusahaan.
Baca Juga: Di Balik Kebakaran Muba, Aktivitas Sumur Minyak Ilegal di Hindoli Sudah Lama Berjalan
PT Hindoli juga dikenal sebagai salah satu perkebunan sawit yang lebih dulu mendapatkan sertifikasi keberlanjutan. Pada 2009, Hindoli menjadi salah satu perkebunan di Indonesia yang memperoleh sertifikasi RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil).
Selain itu, perusahaan juga mengantongi sertifikasi lain seperti ISPO dan ISCC yang berkaitan dengan standar keberlanjutan dan emisi karbon.
Hal ini menunjukkan bahwa secara sistem, kawasan tersebut dirancang dengan standar industri modern.
Temuan 11 sumur minyak ilegal yang terbakar di dalam area Hindoli menjadi indikasi bahwa aktivitas tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba.
Skala aktivitas yang ditemukan di lapangan, mulai dari sumur, tempat penampungan, hingga kendaraan operasional menunjukkan adanya aktivitas yang berjalan dalam kurun waktu tertentu.
Kasus ini kemudian memunculkan pertanyaan lanjutan, yakni bagaimana aktivitas ilegal bisa masuk ke area perkebunan?
Berita Terkait
-
Penumpang Kereta di Sumsel Naik 15 Persen, Tembus 296 Ribu, Ini Penyebabnya
-
Nasabah Setia Bank Sumsel Babel Lubuklinggau Dapat Kejutan Mobil Toyota Rush
-
Rp8,68 Miliar untuk Rumah Dinas DPRD Sumsel di 2026, Apa Pertimbangan di Baliknya?
-
Awal Bulan, Momentum Tepat Upgrade Lemari dengan Promo Spesial Bank Sumsel Babel
-
ASN Sumsel WFH Tiap Jumat, Enak atau Justru Jadi Ujian Disiplin?
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Kabut Asap Palembang Ganggu Penerbangan, 15 Pesawat Terdampak saat Jarak Pandang 400 Meter
-
Wamen LH Minta Perusahaan Bangun Infrastruktur Air untuk Cegah Karhutla Sumsel
-
Wisuda ke-8 USS, 109 Lulusan Ditantang Bawa Dampak bagi Masyarakat dan Dunia Kerja
-
12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Sampel Diuji untuk Tentukan Sanksi
-
Pemprov Sumsel Janji Pulihkan Lahan Bekas Karhutla dengan Bibit, Bagaimana Mekanismenya?