- Pagi Idulfitri, sunnah menganjurkan makan terlebih dahulu, minimal kurma ganjil, sebagai penanda berakhirnya puasa Ramadan.
- Amalan penting lainnya termasuk membersihkan diri, memakai pakaian terbaik, dan menggunakan wewangian sebelum melaksanakan Salat Id.
- Rasulullah mencontohkan berangkat salat dengan berjalan kaki dan pulang melalui rute berbeda, sembari tetap mengumandangkan takbir.
SuaraSumsel.id - Pagi Idulfitri selalu datang dengan nuansa yang berbeda. Udara terasa lebih ringan, langkah kaki menuju masjid atau lapangan dipenuhi harapan baru, dan gema takbir masih tersisa sejak malam sebelumnya. Namun di balik suasana yang khidmat itu, ada amalan-amalan sederhana yang sering terlupakan, padahal justru di situlah letak keindahan sunnah idulfitri.
Banyak orang datang ke Salat Id hanya fokus pada pelaksanaannya, tanpa menyadari bahwa ada rangkaian amalan yang dianjurkan sebelum dan sesudahnya. Amalan ini mungkin terlihat kecil, tetapi memiliki makna besar dalam menyempurnakan ibadah di hari kemenangan.
1. Memulai Hari dengan Makan, Bukan Menahan
Berbeda dengan hari biasa saat berpuasa, pagi Idulfitri justru dianjurkan untuk makan terlebih dahulu sebelum berangkat salat. Rasulullah SAW bahkan mencontohkan untuk memakan kurma dalam jumlah ganjil.
Tradisi ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan penegasan bahwa Ramadan telah usai. Ada pesan simbolik di dalamnya: hari itu adalah hari berbuka, hari kembali pada fitrah.
2. Membersihkan Diri Sebelum Menghadap Allah
Mandi sebelum Salat Id menjadi sunnah yang sering dianggap sepele. Padahal, ini adalah bentuk persiapan lahir sebelum beribadah.
Dengan tubuh yang bersih dan segar, seseorang tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga secara batin untuk menyambut hari besar dengan penuh penghormatan.
3. Memakai Pakaian Terbaik, Bukan Sekadar Baru
Idulfitri identik dengan baju baru. Namun yang lebih utama adalah memakai pakaian terbaik yang dimiliki, bukan semata yang paling baru.
Ini adalah cara sederhana untuk menunjukkan rasa syukur—bahwa hari itu adalah hari istimewa, yang layak disambut dengan penampilan terbaik.
4. Mengharumkan Diri, Menghormati Momen
Menggunakan wewangian sebelum berangkat salat juga termasuk sunnah yang dianjurkan. Aroma yang harum bukan hanya menyenangkan diri sendiri, tetapi juga orang lain di sekitar.
Baca Juga: Selain Rendang, 7 Lauk Ketupat Khas Sumsel Ini Diam-Diam Jadi Favorit Saat Lebaran
Di sinilah Islam mengajarkan bahwa ibadah juga menyentuh aspek sosial—kenyamanan bersama.
5. Berjalan Kaki, Menyatu dengan Suasana
Jika memungkinkan, berjalan kaki menuju tempat salat menjadi amalan yang dianjurkan. Langkah demi langkah menuju lokasi ibadah menghadirkan suasana yang berbeda—lebih tenang, lebih terasa.
Bagi sebagian orang, inilah momen refleksi yang paling jujur sebelum hari benar-benar dimulai.
6. Mengambil Jalan Berbeda Saat Pulang
Salah satu sunnah yang sering terlupakan adalah pulang melalui jalan yang berbeda dari saat berangkat. Praktik ini dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.
Selain memperluas silaturahmi, amalan ini juga menjadi simbol bahwa hari itu adalah hari yang istimewa—tidak dijalani dengan cara yang biasa.
7. Tetap Mengumandangkan Takbir
Takbiran tidak berhenti di malam hari. Hingga menjelang Salat Id, umat Muslim dianjurkan untuk terus mengagungkan nama Allah.
Berita Terkait
-
Selain Rendang, 7 Lauk Ketupat Khas Sumsel Ini Diam-Diam Jadi Favorit Saat Lebaran
-
Minal Aidin wal Faizin: Masih Tulus atau Sekadar Formalitas di Era Chat Lebaran?
-
Jelang Lebaran, Gas 3 Kilogram Mendadak Langka! Warga Sumsel Harus Bayar hingga Rp60 Ribu
-
Shalat Id Digelar Lebih Awal di Jakabaring, Ratusan Warga Padati Masjid Al Mustanir Hari Ini
-
BRI Optimalkan 276.717 EDC BRILink dan Posko Mudik BRImo 2026 untuk Perayaan Lebaran
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Identitas Korban Bus ALS di Muratara Mulai Terungkap, Ini Daftar Nama yang Sudah Teridentifikasi
-
Bus ALS yang Terbakar di Muratara Ternyata Bawa Motor dan Tabung Gas Elpiji
-
Perjalanan Pasutri asal Pati Berubah Mencekam saat Bus ALS Terbakar di Muratara
-
Kesaksian Korban Selamat Ungkap Bus ALS Sempat Bermasalah pada Radiator Sebelum Terbakar
-
Siapa Pendiri PO ALS? Kisah Bus Legendaris Sumatera di Balik Tragedi Muratara