Tasmalinda
Jum'at, 06 Maret 2026 | 23:13 WIB
Cabai dan ayam mulai naik di Palembang, warga bilang: tanda lebaran sudah dekat
Baca 10 detik
  • Inflasi Sumatera Selatan Februari 2026 naik menjadi 0,58% mtm dan 4,36% yoy, dipicu kenaikan harga pangan dan normalisasi tarif listrik.
  • Kenaikan harga pangan seperti cabai dan ayam dipengaruhi tingginya permintaan jelang Ramadan dan gangguan cuaca pada sentra produksi.
  • TPID Sumsel memperkuat pengendalian inflasi melalui strategi 4K dan berbagai operasi pasar murah serta sidak hingga Februari 2026.

Upaya stabilisasi harga juga dilakukan melalui subsidi harga dan subsidi ongkos angkut, termasuk pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Desa Gasing, Kabupaten Banyuasin, dengan dukungan distribusi sembilan komoditas utama dengan total sekitar empat ton bahan pangan.

Penguatan koordinasi juga dilakukan melalui berbagai forum komunikasi, seperti Rapat Koordinasi TPIP–TPID Wilayah Sumatera, High Level Meeting, hingga peluncuran Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) yang dihadiri Deputi Gubernur Bank Indonesia serta kementerian terkait.

Di tingkat daerah, komitmen pengendalian inflasi juga diperkuat melalui Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang tahun ini mengusung tema Goes to Pesantren serta dirangkaikan dengan kegiatan business matching antara Kelompok Dukungan Ketahanan Pangan Masyarakat (KDKMP) dan koperasi pesantren dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai offtaker.

Bank Indonesia Sumatera Selatan bersama pemerintah daerah berkomitmen terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi agar tetap berada dalam sasaran, sekaligus menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan menjelang periode Ramadan dan Idulfitri.

Load More