- Kekalahan 0-3 dari Sumsel United di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring memastikan Sriwijaya FC terdegradasi ke Liga 3 musim 2025/2026.
- Sriwijaya FC mengakhiri musim di posisi juru kunci Grup 1 Wilayah Barat Championship akibat inkonsistensi performa sepanjang kompetisi.
- Kekalahan dalam derbi Sumsel ini menjadi penanda titik terendah klub yang pernah jaya tersebut, menuntut pembenahan menyeluruh.
SuaraSumsel.id - Musim 2025/2026 resmi berakhir pahit bagi Sriwijaya FC. Kekalahan 0-3 dari Sumsel United dalam derbi Sumsel di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring menjadi laga penentu yang memastikan Laskar Wong Kito turun kasta ke Liga 3 musim depan.
Bagi klub yang pernah menjadi salah satu kekuatan besar sepak bola nasional, hasil ini bukan sekadar angka di papan skor. Ia adalah cermin dari satu musim yang berjalan di bawah ekspektasi.
Sejak peluit awal dibunyikan, Sriwijaya FC tahu bahwa pertandingan ini adalah hidup-mati. Namun Sumsel United tampil lebih terorganisir dan efektif. Tiga gol tanpa balas membuat tuan rumah tak mampu membalikkan keadaan.
Hasil tersebut memastikan Sriwijaya FC finis di posisi terbawah klasemen Grup 1 Wilayah Barat Championship 2025/2026. Secara matematis, peluang bertahan sudah tertutup.
Derbi yang biasanya sarat gengsi kini menjadi penanda resmi degradasi.
Degradasi ini bukan terjadi dalam satu malam. Sepanjang musim, Sriwijaya FC bergulat dengan inkonsistensi performa. Hasil imbang dan kekalahan di momen-momen krusial membuat jarak poin semakin sulit dikejar.
Di tengah tekanan, tim kesulitan menemukan stabilitas permainan. Transisi antar lini kerap terputus, sementara penyelesaian akhir tak cukup tajam untuk mengamankan poin penting.
Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring pernah menjadi saksi kejayaan klub ini di era emasnya. Trofi, laga besar, dan atmosfer penuh kebanggaan pernah lahir di tempat yang sama.
Kini, stadion itu pula yang menjadi saksi titik terendah Sriwijaya FC.
Baca Juga: Innalillahi, Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Meninggal Dunia di Jakarta
Bagi suporter, momen ini terasa emosional. Bukan hanya karena turun kasta, tetapi karena klub yang dulu disegani kini harus memulai kembali dari level yang lebih rendah.
Di sisi lain, kemenangan menjaga asa Sumsel United untuk tetap bersaing di papan atas. Dalam satu pertandingan, dua cerita berbeda lahir: satu klub menjaga peluang promosi, yang lain harus menerima kenyataan degradasi.
Derbi ini menjadi simbol perubahan lanskap sepak bola Sumatera Selatan.
Turun ke Liga 3 berarti Sriwijaya FC harus melakukan pembenahan menyeluruh, dari manajemen, komposisi skuad, hingga fondasi pembinaan pemain muda.
Liga 3 bukan akhir perjalanan, tetapi titik refleksi. Banyak klub besar pernah terdegradasi dan kembali lebih kuat. Namun kebangkitan tidak datang otomatis. Ia membutuhkan perencanaan matang dan konsistensi.
Bagi Sriwijaya FC, musim depan bukan sekadar tentang promosi. Ia tentang memulihkan identitas, membangun kembali kepercayaan suporter, dan menata ulang arah klub.
Berita Terkait
-
Solidaritas Suporter Mengalir, Donasi untuk Sriwijaya FC Tembus Rp20 Juta dalam Sepekan
-
Bukan Sekadar Kalah, Skor 15-0 Menyeret Sriwijaya FC ke Titik Terendah
-
Malam Paling Kelam Laskar Wong Kito, Sriwijaya FC Dibantai 15 Gol Tanpa Balas
-
Sriwijaya FC Terpuruk di Kandang, Sumsel United Justru Pamer Kekuatan
-
Ketika Dua Wakil Sumsel Berbeda Nasib: Pekan Krusial Sriwijaya FC dan Sumsel United
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Kasus Wanita Muara Enim yang Jasadnya Dibakar Mantan Pacar: Kronologi, Motif, dan Fakta Terbaru
-
Biaya Kuliah Universitas Muhammadiyah Palembang 2026, Cek UKT Semua Jurusan dan Kedokteran
-
Pembenahan Struktur Pengawasan BUMN Dapat Dukungan Pengamat, Efisiensi Jadi Fokus Utama
-
Panduan Lengkap Bank Sumsel Babel 2026: Tabungan, BSB Mobile, KPR, KUR, dan Layanan Digital
-
Link Pendaftaran Mandiri Unsri 2026: Jadwal Ujian, Syarat, dan Cara Cek UKT