- Puasa Ayyamul Bidh adalah sunnah pertengahan bulan Hijriah, dilakukan tanggal 13 hingga 15, bernilai besar bagi Muslim.
- Niat puasa sunnah ini sah dibaca hingga sebelum waktu Dzuhur selama belum ada pembatal puasa.
- Pelaksanaan puasa ini dianjurkan Rasulullah SAW sebagai persiapan ibadah menyambut bulan Ramadan.
SuaraSumsel.id - Menjelang pertengahan bulan Syaban, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah. Salah satu amalan sunnah yang kerap dilakukan adalah puasa Ayyamul Bidh, puasa tiga hari di pertengahan bulan Hijriah yang pahalanya besar dan mudah dikerjakan.
Di bulan Sya’ban, puasa Ayyamul Bidh terasa semakin istimewa karena berdekatan dengan Malam Nisfu Sya’ban, malam yang dikenal penuh ampunan dan rahmat. Tak heran, banyak orang mencari tahu niat puasa Ayyamul Bidh Nisfu Sya’ban, agar ibadahnya lebih mantap dan sesuai tuntunan.
Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah. Kata Ayyamul Bidh berarti hari-hari putih, merujuk pada malam hari ketika bulan bersinar terang.
Puasa ini dianjurkan Rasulullah SAW karena keutamaannya yang besar, bahkan disebut setara dengan puasa sepanjang tahun jika dilakukan rutin setiap bulan.
Niat puasa sunnah boleh dibaca sejak malam hari hingga sebelum zawal (tergelincir matahari), selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh di bulan Sya’ban:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيضِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ayyāmil bīḍi sunnatan lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Aku niat berpuasa sunnah Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.”
Baca Juga: Air PDAM di Wilayah Ini di Palembang Akan Terganggu, Catat Jadwalnya
Jika ingin lebih spesifik menyebut bulan, niat dalam hati untuk puasa Ayyamul Bidh di bulan Sya’ban pun sudah mencukupi.
Boleh Digabung dengan Niat Puasa Sunnah Lain?
Banyak ulama membolehkan menggabungkan niat puasa Ayyamul Bidh dengan puasa sunnah lain, termasuk puasa sunnah di bulan Sya’ban. Selama niat utamanya ibadah karena Allah SWT, pahala insya Allah tetap mengalir.
Hal ini menjadi kabar baik bagi yang ingin memaksimalkan amal menjelang Ramadan.
Puasa di bulan Sya’ban memiliki keistimewaan tersendiri. Bulan ini dikenal sebagai waktu ketika Rasulullah SAW memperbanyak puasa sunnah, sebagai bentuk persiapan spiritual menuju Ramadan.
Dengan berpuasa Ayyamul Bidh di bulan Sya’ban, seorang Muslim tidak hanya mendapatkan pahala puasa sunnah, tetapi juga melatih diri—fisik dan batin—agar lebih siap menyambut bulan suci.
Tag
Berita Terkait
-
7 Amalan Sunnah Menjelang Ramadan agar Puasa Lebih Ringan bagi Muslim Sibuk
-
BRI Tetap Berikan Layanan Terbaik bagi Nasabah Selama Periode Libur Ramadan dan Idul Fitri
-
Ramadan Penuh Kebersamaan, Bank Sumsel Babel Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim
-
Ramadan Bawa Berkah! Omzet UMKM Kosmetik Binaan BRI Naik Drastis
-
Ramadan 2025, Bank Mandiri Group Santuni 3.050 Penerima dan 45 Yayasan di Sumatera Bagian Selatan
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat
-
Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?
-
Bukan Cuma Rp13 Miliar, Begini Jejak Aliran Uang Kasus Korupsi Chromebook Muara Enim
-
Ratu Dewa Berang di Rapat Banjir, PPPK Diusir, Nasib Kadis hingga Kabid Disorot
-
Antrean Solar Kembali Mengular di Palembang, Mengapa Belum Tuntas Usai Rakor Pemprov?