Tasmalinda
Selasa, 13 Januari 2026 | 22:25 WIB
Ilustrasi Ibadah. 7 amalan Sunnah menjelang Ramadan agar puasa lebih ringan bagi muslim sibuk (pixabay/noor shamlan)
Baca 10 detik
  • Ulama menganjurkan persiapan sebelum Ramadan melalui amalan sunnah sebagai pemanasan "maraton spiritual".
  • Persiapan tersebut meliputi membiasakan puasa, shalat sunnah, dan meningkatkan interaksi dengan Al-Qur'an sejak dini.
  • Amalan lain meliputi membersihkan hati lewat istighfar, melatih sedekah, menjaga lisan, serta meluruskan niat ibadah.

SuaraSumsel.id - Ramadan 2026 tinggal menghitung waktu. Bagi banyak umat Muslim, bulan suci bukan sekadar soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperbaiki diri, menata niat, dan menguatkan spiritualitas.

Karena itu, para ulama sejak dulu menganjurkan agar Ramadan tidak disambut secara mendadak, melainkan dipersiapkan dengan amalan-amalan sunnah.

Ibarat olahraga, Ramadan adalah “maraton spiritual”. Maka, sebelum benar-benar memasuki lintasan, tubuh dan jiwa perlu pemanasan.

Berikut 7 amalan sunnah pra-Ramadan yang bisa mulai dilakukan dari sekarang agar ibadah di bulan suci terasa lebih ringan, khusyuk, dan bermakna.

1. Memperbanyak Puasa Sunnah

Puasa sunnah di bulan Sya’ban—atau hari-hari menjelang Ramadan—menjadi latihan terbaik sebelum puasa wajib. Selain melatih fisik, puasa sunnah juga membantu menata niat dan menahan hawa nafsu sejak dini.

Puasa Senin-Kamis atau puasa ayyamul bidh bisa menjadi pilihan realistis untuk memulai.

2. Membiasakan Shalat Sunnah

Ramadan identik dengan shalat malam, seperti tarawih dan qiyamul lail. Agar tidak “kaget”, mulailah membiasakan shalat sunnah sejak sekarang, baik rawatib, tahajud, maupun dhuha.

Baca Juga: Jangan Lewatkan Malam 1 Muharram! Ini Lafaz Doa Awal Tahun dan Keutamaannya

Sedikit tapi rutin jauh lebih baik daripada banyak tapi hanya sesekali.

3. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an

Ramadan dikenal sebagai bulan Al-Qur’an. Maka, pra-Ramadan adalah waktu ideal untuk memanaskan hubungan dengan kitab suci. Mulai dari beberapa ayat per hari, lalu tingkatkan secara bertahap.

Target sederhana: konsisten membaca setiap hari, meski belum satu juz.

4. Memperbanyak Istighfar dan Taubat

Membersihkan hati adalah bagian penting dari persiapan Ramadan. Perbanyak istighfar, evaluasi diri, dan bertaubat dari kesalahan masa lalu agar Ramadan disambut dengan hati yang lebih lapang.

Ramadan bukan hanya menahan lapar, tapi juga menahan dosa.

5. Melatih Diri Bersedekah

Sedekah di bulan Ramadan pahalanya berlipat ganda. Namun, agar terasa ringan, biasakan bersedekah sejak pra-Ramadan. Tidak harus besar—yang penting ikhlas dan konsisten.

Sedekah juga melatih empati dan kepekaan sosial, nilai utama Ramadan.

6. Menjaga Lisan dan Akhlak

Puasa bukan hanya urusan perut, tetapi juga lisan dan sikap. Mulailah mengurangi ghibah, berkata kasar, dan emosi berlebihan. Ini adalah latihan penting agar puasa nanti tidak hanya sah secara fiqh, tetapi juga bernilai secara moral.

7. Meluruskan Niat dan Menyusun Target Ramadan

Pra-Ramadan adalah waktu terbaik untuk bertanya pada diri sendiri: Ramadan ini ingin jadi pribadi seperti apa? Buat target sederhana—lebih rajin shalat, khatam Al-Qur’an, atau lebih sabar.

Niat yang jelas akan membuat Ramadan lebih terarah dan tidak berlalu begitu saja.

Ramadan 2026 akan datang, entah kita siap atau tidak. Namun, dengan memulai 7 amalan sunnah pra-Ramadan ini, kita tidak hanya menyambut bulan suci sebagai rutinitas tahunan, melainkan sebagai kesempatan emas memperbaiki diri.

Karena Ramadan terbaik bukan yang paling sibuk, tetapi yang paling mengubah hati.

Load More