-
Bank Sumsel Babel menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui program CSR.
-
Bantuan terdiri dari 10 ton beras dan 2.500 dus mi instan dengan dukungan distribusi hingga lokasi terdampak.
-
Festero Mohamad Papeko menegaskan komitmen Bank Sumsel Babel untuk hadir dan membantu masyarakat pada situasi darurat.
SuaraSumsel.id - Bank Sumsel Babel turut serta dalam penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana banjir di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan tersebut disalurkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap warga yang terdampak bencana, sekaligus menindaklanjuti inisiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Prosesi pelepasan bantuan dilakukan secara resmi pada Rabu, 3 Desember 2025 di Griya Agung Palembang. Dalam bantuan kemanusiaan ini, Bank Sumsel Babel menyalurkan 10 ton beras dan 2.500 dus mi instan, lengkap dengan dukungan akomodasi pengiriman hingga tiba di lokasi terdampak. Penyaluran dilakukan bersama Badan
Penanggulangan Bencana Provinsi Sumsel untuk memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan dengan cepat dan tepat sasaran, terutama di wilayah yang akses logistiknya terdampak parah akibat banjir.
PPS Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Festero Mohamad Papeko, menegaskan bahwa dukungan ini merupakan wujud komitmen sosial perusahaan dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam situasi darurat.
“Melalui program CSR ini, kami berharap tambahan bantuan ini dapat segera diterima oleh warga yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana. Sinergi antara Bank Sumsel Babel dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menjadi langkah nyata dalam memperkuat solidaritas lintas daerah dan membantu pemulihan awal di wilayah terdampak,” ujar Festero.
Bank Sumsel Babel juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pendistribusian bantuan, mulai dari tim logistik hingga lembaga penanggulangan bencana di daerah tujuan. Kerja sama ini dinilai penting untuk memastikan setiap dukungan kemanusiaan tersalurkan dengan transparan, cepat, dan berdampak langsung pada masyarakat.
Melalui program CSR dan kolaborasi berkelanjutan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Bank Sumsel Babel kembali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berperan sebagai institusi finansial, tetapi juga sebagai bagian dari elemen sosial masyarakat yang siap hadir ketika bantuan dibutuhkan. Perusahaan berharap dukungan kemanusiaan ini dapat membantu mempercepat proses pemulihan bagi warga terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Berita Terkait
-
Bank Sumsel Babel Meraih Platium Rating Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025
-
Kids Dash BSB Night Run 2025 Jadi Ruang Ramah untuk Semua Anak: Kisah Zeeshan Bikin Terharu
-
7 Kemeriahan BSB Night Run 2025 yang Bikin JSC Pecah Semalam
-
UMKM Panen Untung di BSB Night Run 2025, Race Village Jadi Magnet Pembeli Semalam
-
Bank Sumsel Babel Night Run 2025 Berlangsung Meriah, Ribuan Peserta Padati JSC Malam Ini
Terpopuler
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- Kipas Angin Model AC yang Resmi dan Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
- Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
- 4 Shio Beruntung 6 September 2026, Hidup akan Lebih Ringan
Pilihan
-
Amarah Warga Pati Meledak, Kiai Sekaligus Tokoh Pemerintahan Cabuli Santriwati
-
Siswa SMK di Karo Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, Amnesty Desak Program Disetop
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
Terkini
-
PTBA Perkuat Respons Cepat dan Kolaborasi dalam Penanganan Karhutla
-
5 Hari Terbakar, Kebun Raya Sriwijaya Belum Padam dan Helikopter Dikerahkan
-
Ribuan Penyuling Minyak Muba Tuntut Kepastian Hukum, Usaha Puluhan Tahun Terancam
-
Saat Siswa PJJ akibat Kabut Asap, Mengapa Orang Tua Tetap Ambil MBG di Sekolah?
-
PJJ di Palembang Mulai 9 September, TK hingga SMP Belajar Daring Akibat Kabut Asap