- Layanan logistik, khususnya Lion Parcel, berperan penting mendukung UMKM pempek Palembang memperluas pasar domestik dan internasional.
- UMKM seperti Pempek Al-Kindi merasakan manfaat kecepatan, keterjangkauan harga, dan layanan terpercaya dari ekspedisi tersebut.
- Kolaborasi UMKM dan Lion Parcel menciptakan dampak ekonomi berantai, menguntungkan pengusaha dan para mitra agen pengiriman.
SuaraSumsel.id - Palembang dikenal sebagai kota kuliner dengan mahakarya rasa bernama pempek, jenis makanan yang tidak hanya menjadi kebanggaan warga Sumatera Selatan, tetapi juga telah memikat lidah masyarakat hingga mancanegara.
Di balik semakin luasnya penyebaran kuliner khas ini, ada roda besar yang bekerja secara senyap namun krusial: layanan logistik yang memastikan pempek tetap segar, aman, dan tiba tepat waktu di kota tujuan. Salah satu yang mengambil peran penting dalam perjalanan ini adalah Lion Parcel, perusahaan ekspedisi yang membuka jalan bagi UMKM Palembang untuk memperluas pasar hingga ke seluruh Indonesia bahkan internasional.
Cerita tersebut nyata dirasakan oleh Pempek Al-Kindi, salah satu UMKM yang sejak 2014 konsisten mengirimkan pempek ke berbagai kota dalam negeri dan luar negeri. Dengan tagline unik “Obat Rindu Buat yang Jauh”, Al-Kindi aktif memasarkan produknya melalui marketplace dan media sosial untuk menjangkau pelanggan perantauan yang kerap merindukan cita rasa asli Palembang.
Meski tergolong makanan jadi yang membutuhkan penanganan ekstra, Pempek Al-Kindi berhasil mengubah keterbatasan menjadi peluang berkat dukungan pengiriman cepat dan terjangkau dari Lion Parcel.
“Pempek itu produk yang cukup menantang untuk dijual secara online, apalagi kalau harus dikirim ke area yang jauh dari Palembang. Tapi, untungnya bisnis kami didukung oleh Lion Parcel. Selain harganya yang kompetitif, barang juga sampai lebih cepat dibanding yang lain, terutama untuk kiriman ke luar pulau seperti Kalimantan dan Indonesia Timur. Kami juga dibantu untuk pengiriman internasional, misalnya ke Malaysia dan Singapura,” ujar Mahesa, Crew Store Pempek Al-Kindi.
Tak hanya soal kecepatan, keamanan dan kenyamanan dalam proses pengiriman juga menjadi alasan mengapa Al-Kindi setia menggunakan Lion Parcel. Mahesa mengungkapkan bahwa penggunaan layanan reguler (REGPACK) saja sudah cukup memastikan pempek tiba dalam kondisi baik. “Dari sisi pelayanan juga sangat membantu. Agen Lion Parcel di Palembang sigap dari awal sampai akhir proses pengiriman, bahkan kalau ada kendala pun selalu dibantu komunikasinya. Apalagi ada layanan free pick up, jadi kami bisa kirim dengan lebih efisien tanpa harus meninggalkan tempat produksi,” katanya.
Menariknya, pertumbuhan pengiriman pempek dari UMKM Palembang tidak hanya mengangkat pelaku usahanya, melainkan juga membawa dampak ekonomi berantai ke para mitra agen Lion Parcel. Mereka ikut merasakan peningkatan volume pengiriman seiring meningkatnya penjualan daring. Salah satunya Chatarina Febrianti, pemilik agen Lion Parcel Sudirman Palembang.
“Dulu saya memutuskan membuka agen Lion Parcel karena melihat potensi pengiriman pempek dari Palembang yang besar. Ternyata benar, sekarang banyak pelaku usaha lokal yang rutin kirim setiap hari, bahkan ada juga dari skala perusahaan besar,” ungkap Chatarina.
Ia menambahkan, hubungan bisnis ini terjalin saling menguatkan: UMKM membutuhkan pengiriman yang cepat dan aman, sementara agen membutuhkan volume pengiriman yang konsisten agar bisnis semakin berkembang. “Dengan dukungan infrastruktur dan jaringan Lion Parcel yang luas, serta support dari tim Lion Parcel pusat terhadap mitra agen, saya bisa menjaga kepuasan pelanggan dengan layanan yang cepat dan terpercaya,” ujarnya.
Baca Juga: Publik Pertanyakan Paripurna DPRD Palembang Batal karena Pembahasan APBD 2026 Memanas
Dari perspektif perusahaan, Lion Parcel menegaskan komitmennya untuk menjadi partner logistik yang berpihak pada perkembangan UMKM di daerah. Termasuk bagi pelaku pempek Palembang yang sedang naik daun, perusahaan ini terus menghadirkan inovasi layanan logistik agar pengusaha dapat memperluas pasar tanpa terkendala jarak.
“Kami terus berupaya menghadirkan solusi logistik yang relevan dengan kebutuhan UMKM di berbagai daerah. Bentuk dukungan kami diwujudkan melalui beragam program, seperti pemberian diskon atau insentif khusus bagi UMKM lokal, hingga pengembangan layanan yang lebih variatif,” ujar Kenny Kwanto, Chief Marketing Officer Lion Parcel.
Sebagai langkah nyata, Lion Parcel meluncurkan BIGPACK FAST, layanan pengiriman paket besar dengan waktu pengantaran lebih cepat. Layanan ini dirancang tidak hanya untuk pelaku usaha besar, tetapi juga UMKM seperti produsen pempek di Palembang yang membutuhkan pengiriman dalam volume besar dengan waktu yang singkat.
Dengan jaringan pengiriman yang mencakup 98% wilayah Indonesia dan lebih dari 50 negara, ditambah dukungan lebih dari 7.000 agen serta 350 armada penerbangan Lion Group, Lion Parcel optimis dapat terus tumbuh bersama UMKM. Infrastruktur yang kuat inilah yang menjadi fondasi sekaligus bahan bakar bagi produk lokal untuk menembus pasar lebih luas.
Kisah Al-Kindi dan para agen Lion Parcel di Palembang menjadi satu bukti nyata bagaimana kolaborasi antara UMKM dan logistik mampu membuka peluang ekonomi baru. Selama kuliner khas ini terus dicintai, Lion Parcel berkomitmen untuk menjadi bagian dari perjalanan para pelaku usaha, memastikan pempek — ikon rasa Palembang, bisa dinikmati oleh siapa saja, dari Sabang sampai Merauke, bahkan hingga ke berbagai pelosok dunia.
Tag
Berita Terkait
-
Publik Pertanyakan Paripurna DPRD Palembang Batal karena Pembahasan APBD 2026 Memanas
-
Optimisme UMKM Menguat, BRI Prediksi Aktivitas Usaha Lebih Bergairah pada Triwulan 4 2025
-
Terungkap di Persidangan! Begini Cara 4,4 Juta Rokok Ilegal Bisa Masuk dari Jawa ke Palembang
-
5 Lokasi Rawan Kejahatan yang Harus Dihindari Saat Malam Hari, Jangan Lengah di Jam Sepi
-
7 Spot Healing di Jakabaring Sport City yang Banyak Belum Tahu: Murah, Dekat Bikin Pikiran Fresh
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
Terkini
-
Hari Sumpah Pemuda, BRI Berikan Promo Khusus Belanja Hemat Pakai QRIS BRImo dan BRI Kartu Kredit
-
13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot
-
Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla
-
Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar
-
51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor