-
Gubernur Sumsel mengatur penyaluran solar di 18 SPBU Palembang melalui surat edaran terbaru.
-
Empat SPBU dilarang menyalurkan solar dan 14 SPBU hanya boleh beroperasi pada malam hari.
-
Pemprov membentuk tim terpadu untuk mengawasi pelaksanaan aturan dan memberikan sanksi bagi SPBU yang melanggar.
SuaraSumsel.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan resmi mengeluarkan Surat Edaran (SE) Gubernur Sumsel Nomor 500.10.1/082/SE/DESDM/2025 untuk mengatur kembali jadwal dan lokasi penyaluran BBM subsidi jenis solar di Kota Palembang. Kebijakan ini muncul setelah antrean panjang di sejumlah SPBU kembali dikeluhkan masyarakat dan viral di media sosial.
SE tersebut mengatur secara rinci 18 SPBU di Kota Palembang yang dibatasi atau bahkan dihentikan penyalurannya.
4 SPBU Dilarang Total Menjual Solar Subsidi
Dalam SE tersebut, empat SPBU ditetapkan tidak boleh menyalurkan solar subsidi sama sekali. Pemerintah menilai keempat SPBU ini berada di titik yang rawan memicu kemacetan panjang dan ketidakteraturan distribusi.
Keempat SPBU tersebut adalah:
- SPBU 24.301.115 (Sukarami)
- SPBU 24.303.118 (Basuki Rahmat)
- SPBU 24.303.126 (Alang-Alang Lebar)
- SPBU 24.303.130 (Sako Baru)
Keputusan penghentian ini bersifat penuh dan berlaku sejak SE diterbitkan.
14 SPBU Hanya Boleh Menyalurkan Solar pada Jam Malam
Sementara itu, 14 SPBU lainnya masih diizinkan menjual solar subsidi, namun hanya dalam rentang waktu 22.00 – 04.00 WIB.
Pembatasan jam ini dilakukan untuk menghindari kepadatan lalu lintas pada jam siang–sore serta mengurai antrean yang kerap terjadi di wilayah padat aktivitas.
Baca Juga: 5 Fakta Mengejutkan di Balik Penembakan Sopir Angdes di SPBU Banyuasin
Ke-14 SPBU tersebut meliputi:
- SPBU Plaju
- SPBU Kertapati
- SPBU Alang-Alang Lebar
- SPBU Kenten
- SPBU Sukabangun
- SPBU Tanjung Barangan
- SPBU KM 12
- SPBU KM 5
- SPBU KM 9
- SPBU Merdeka
- SPBU Jalan A Yani
- SPBU Jalan Residen Abdul Rozak
- SPBU Demang Lebar Daun
- SPBU Soekarno-Hatta
(Catatan: daftar disesuaikan dengan lokasi yang masuk pengaturan SE Gubernur Sumsel.)
Pemprov Sumatera Selatan menegaskan bahwa SE ini diterbitkan karena antrean panjang solar subsidi di Palembang sudah masuk tahap mengkhawatirkan. Dalam evaluasi Gubernur Herman Deru, persoalan ini muncul akibat ketimpangan antara permintaan dan penyaluran, kepadatan kendaraan pada jam siang, serta distribusi yang dinilai tidak lagi tepat sasaran.
Beban operasional SPBU pun ikut kacau sehingga antrean kerap meluber ke badan jalan dan viral di media sosial. Pemerintah menilai situasi tersebut tidak bisa dibiarkan, sehingga pengaturan baru diberlakukan sebagai langkah darurat untuk menertibkan alur distribusi solar di Kota Palembang.
Meski aturan baru cukup ketat, Pemprov memastikan tidak semua kendaraan dibatasi. Truk pengangkut barang kebutuhan pokok dan komoditas esensial tetap boleh mengisi solar subsidi di seluruh SPBU sepanjang membawa surat jalan resmi.
Kebijakan ini disiapkan untuk menjaga rantai pasokan pangan tetap stabil dan memastikan barang kebutuhan masyarakat tidak terganggu meski ada pembatasan jam distribusi solar. Untuk memastikan aturan berjalan efektif, Pemprov membentuk Tim Terpadu yang beranggotakan unsur pemerintah, TNI, dan Polri.
Tag
Berita Terkait
-
5 Fakta Mengejutkan di Balik Penembakan Sopir Angdes di SPBU Banyuasin
-
Hanya Karena Antrian BBM, Seorang Sopir Angdes Kehilangan Nyawa di SPBU Banyuasin
-
Butuh BBM Cepat? Cek 21 SPBU Pertamina Resmi Palembang di Tahun 2025
-
Sindikat Solar Subsidi Terbongkar, Kakak Beradik Ditangkap Saat Beraksi di SPBU Palembang
-
Breaking News! Suara Dentuman Besar di Sungai Musi Dikira SPBU Meledak
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
7 Foundation Matte untuk Hasil Natural yang Gak Bikin Wajah Terlihat Flat
-
7 Bedak Tabur dengan Kandungan Skincare untuk Kulit Tetap Lembap dan Bebas Kusam
-
9 Bedak Tabur Murah di Indomaret untuk Kulit Berminyak, Dipakai MUA Profesional
-
10 Game Balap Mobil Terbaik 2026 untuk HP Spek Rendah, Grafis Halus Tanpa Lag
-
Kondisi Terkini Banjir OKU Timur: Warga Terima Sembako dan Janji Benih Padi