-
Dunia kerja di Palembang berubah cepat akibat perkembangan teknologi dan otomatisasi.
-
Banyak skill lama mulai ditinggalkan karena perusahaan mencari tenaga kerja yang melek digital.
-
Generasi muda Palembang perlu beradaptasi dan belajar ulang agar tidak tersingkir di dunia kerja 2025.
SuaraSumsel.id - Dunia kerja di Palembang sedang berubah cepat. Kalau kamu masih mengandalkan keterampilan yang itu-itu saja, siap-siap saja tersingkir oleh generasi baru yang lebih adaptif dan melek digital.
Tahun 2025 disebut jadi masa transisi besar-besaran, di mana banyak pekerjaan lama akan digantikan oleh teknologi, AI, dan sistem otomatisasi. Beberapa keahlian yang dulu dianggap penting, kini malah bisa bikin kamu susah dapat kerja.
Berikut lima skill “kuno” yang diam-diam mulai ditinggalkan perusahaan di Palembang:
1. Skill Ngetik Manual Tanpa Paham Digital Tools
Kamu mungkin cepat ngetik, tapi kalau masih pakai Microsoft Word doang tanpa ngerti Google Workspace, AI Writing Tools, atau data automation, siap-siap ketinggalan.
Perusahaan sekarang cari orang yang bisa ngoprek alat digital, bukan cuma ngetik cepat.
2. Skill Marketing Tradisional Tanpa Pahami Algoritma
Zaman brosur dan spanduk sudah lewat. Bisnis di Palembang sekarang mainnya di TikTok Shop, Instagram Ads, dan SEO lokal.
Kalau kamu masih berpikir promosi itu cuma bagi-bagi pamflet di simpang lima, siap-siap kalah saing sama anak muda yang jago bikin konten viral.
Baca Juga: Anak Muda Palembang Serbu CMSE 2025, Bukti Pasar Modal Kini Kian Merakyat
3. Skill Administrasi Tanpa Analisis Data
Banyak lulusan masih mengandalkan skill administrasi dasar. Padahal, sekarang kantor butuh orang yang bisa baca data, analisis tren, dan pakai Google Data Studio.
Skill input data saja sudah bisa digantikan bot — tapi kemampuan membaca makna dari data, itu yang mahal.
4. Skill Bahasa Asing Tanpa Pemahaman AI Translation
Dulu bisa bahasa Inggris jadi nilai plus, tapi sekarang AI translator seperti ChatGPT dan DeepL bisa bantu siapa saja.
Yang dicari sekarang bukan cuma bisa bahasa, tapi bisa komunikasi antar budaya, menulis copy yang humanis, dan punya sense of storytelling.
Tag
Berita Terkait
-
Anak Muda Palembang Serbu CMSE 2025, Bukti Pasar Modal Kini Kian Merakyat
-
Pameran Para Pendiri Bangsa di Palembang, Tampilkan 80 Perangko Langka Bertema Kemerdekaan
-
Bikin Penasaran! Lebih Untung Bangun Rumah atau Beli Jadi di Palembang? Ini Hasil Hitungan
-
Jangan Buka Usaha Ini! 5 Bisnis yang Paling Cepat Gulung Tikar di Palembang
-
Persaingan Gaji Kian Panas! Bank di Palembang Siap Hadapi Perang Gaji Menjelang 2026
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 5 Sepatu Saucony Paling Nyaman untuk Long Run, Kualitas Jempolan
Pilihan
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
Terkini
-
Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru, Bukan Sekadar Soal Estetika
-
Lebih dari Seremonial, PTBA Jadikan Bulan K3 Nasional Momentum Bangun Budaya Keselamatan Kerja
-
Masjid Agung Palembang Mulai Hasilkan Listrik Sendiri, Dampaknya Tak Sekadar Hemat Jutaan Rupiah
-
Rumus Luas Segitiga Lengkap dengan 5 Contoh Soal Berbagai Bentuk
-
7 Foundation Radiant Finish untuk Wajah Terlihat Cerah dan Segar