-
Video perundungan siswa SMP di Muratara viral di media sosial.
-
Aksi perundungan bermula dari kesalahpahaman salah kirim stiker WhatsApp.
-
Dinas Pendidikan Muratara turun tangan dan memanggil pihak sekolah serta keluarga siswa
SuaraSumsel.id - Sebuah video berdurasi hampir empat menit yang memperlihatkan aksi perundungan antar pelajar SMP di Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), viral di media sosial.
Video itu diunggah ke TikTok dan Facebook sejak Kamis, 16 Oktober 2025, dan langsung menuai kecaman publik.
Dalam video, tampak seorang siswa berseragam SMP duduk di atas motor sambil menunduk ketakutan. Tak lama kemudian, seorang pelajar lain terlihat menendang motor korban hingga hampir jatuh.
Korban hanya bisa menangis, sementara beberapa teman di lokasi malah tertawa sambil merekam.
Belakangan diketahui, korban berinisial CR, siswa kelas IX.4 SMP Negeri Karang Jaya asal Desa Embacang Baru Ilir.
Sedangkan pelaku berinisial HR, siswa kelas VIII.5 yang juga bersekolah di SMP yang sama.
Menanggapi kejadian itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Muratara, Zazili S.Sos, menegaskan bahwa pihaknya sudah bergerak cepat.
Dalam rilis resmi yang diterima Suara.com, Zazili menjelaskan, peristiwa perundungan itu terjadi Rabu, 15 Oktober 2025 pukul 13.30 WIB di Kelurahan Karang Jaya.
“Kami langsung berkoordinasi dengan pihak sekolah dan sudah meminta laporan lengkap dari Plt Kepala SMP Negeri Karang Jaya,” kata Zazili, Sabtu (18/10/2025).
Menurut Zazili, mediasi antara pihak korban dan pelaku sebenarnya sudah dilakukan keesokan harinya, Kamis (16/10/2025).
Kedua keluarga sepakat berdamai melalui prosesi adat tepung tawar. Namun, insiden ini justru menjadi ramai setelah video perundungan tersebar di media sosial.
Baca Juga: Lulusan Tambang dan Perminyakan Masih Diburu? Ini Peluang Karier di Sumsel 2027
Kendati sudah damai secara adat, penyebaran video tersebut memantik amarah warganet.
Komentar pedas membanjiri unggahan video itu di TikTok. Banyak yang menilai tindakan pelaku tidak bisa ditoleransi meski sudah ada perdamaian.
“Kalau nggak viral mungkin nggak ada tindakan,” tulis salah satu pengguna TikTok.
“Kasihan anak itu, trauma seumur hidup,” komentar lainnya.
Zazili pun menegaskan bahwa Dinas Pendidikan tidak menutup mata meski kasusnya sudah diselesaikan secara adat.
“Kami tetap menindaklanjuti secara kelembagaan. Dinas mengadakan pertemuan resmi bersama Camat, Lurah, aparat desa, dan pihak sekolah,” ujarnya.
Dalam pertemuan resmi yang digelar Jumat, 17 Oktober 2025 pukul 09.00 WIB di SMP Negeri Karang Jaya, terungkaplah penyebab awal insiden tersebut.
Kasus bermula dari kesalahpahaman sederhana — korban CR tanpa sengaja mengirim stiker WhatsApp ke HR, lalu menghapusnya.
Pelaku HR merasa tersinggung karena pesan itu dihapus, dan menuduh korban sengaja mempermainkannya. Keesokan harinya, HR mengajak korban pulang bersama dengan sahabat masing-masing.
Tag
Berita Terkait
-
Ketika Tawa Menjadi Luka: Kisah di Balik Video Bullying Siswi SMP di Muratara yang Viral
-
Kepala Dibenturkan ke Dinding: Kronologi Guru SMAN 16 Palembang Jadi Korban Kekerasan
-
Warga 8 Ulu dan Karang Jaya Positif Covid 19, Dinkes Minta Warga Pakai Masker
-
Selesai Proses Mediasi, Siswa SMP Korban Bully di Agam Mantap Laporkan Pelaku ke Polisi
-
Keriuhan Siswa SD Hari Petama Tahun Ajaran Baru, Orang Tua di Palembang Masih Khawatir Pandemi
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Strategi Mikro BRI Tuai Pengakuan, JPMorgan Naikkan Rekomendasi BBRI
-
Fakta Penemuan Pasutri Tewas di Kebun Karet Banyuasin, Polisi Dalami Penyebab Kematian
-
Demi Tingkatkan PAD, Pospera Sumsel Desak Ratu Dewa Utamakan Good Government Bapenda Palembang
-
Diminta Masakkan Makanan untuk Nenek, Pemuda di Banyuasin Aniaya Ibu Kandung
-
Kronologi Menantu Bakar Rumah Mertua di Lubuklinggau, 11 Rumah Hangus