-
Analis Yunior DKSP BI, M. Dicky Kusnadi, menegaskan digitalisasi sistem pembayaran bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Melalui QRIS, UMKM terbukti mampu naik kelas, konsumen lebih mudah bertransaksi, dan ekonomi daerah terdorong lebih inklusif.
-
QRIS telah diadopsi lebih dari 35 juta merchant di Indonesia, termasuk 1 juta di Sumsel, dan mulai diperluas ke level internasional lewat kerja sama cross-border dengan Thailand, Malaysia, Singapura, hingga Jepang. Inovasi terbaru, QRIS Tap berbasis NFC, juga diuji coba pada moda transportasi publik.
-
BI menilai digitalisasi pembayaran mempercepat perputaran uang, memperkuat daya beli, sekaligus menyediakan data granular yang penting bagi kebijakan. Semua inisiatif ini diramu dalam BSPI 2030 untuk menopang visi Indonesia Emas 2045, dengan inklusi keuangan sebagai kata kunci.
Seluruh inisiatif ini menjadi bagian dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030. Peta jalan itu dirancang untuk menopang transformasi menuju Indonesia Emas 2045, dengan lima pilar utama: penguatan infrastruktur, konsolidasi industri, inovasi berkelanjutan, inklusi, dan perlindungan konsumen.
Dicky menekankan, inklusi adalah kata kunci. “Digitalisasi tidak boleh berhenti di kota besar. Harus menjangkau desa, UMKM kecil, dan kelompok rentan. Karena pertumbuhan sejati adalah ketika semua lapisan masyarakat terlibat,” katanya.
Visi itu sejalan dengan arah pembangunan nasional. Jika sistem pembayaran digital terus diperluas, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi salah satu ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada dua dekade mendatang.
“Ekonomi digital adalah keniscayaan. QRIS hanyalah pintu masuknya. Yang lebih penting adalah bagaimana kita memastikan transformasi ini memberi manfaat bagi semua. Dari pedagang bakso di pinggir jalan hingga pelaku usaha besar, semuanya harus bisa merasakan,” ujarnya.
Suasana ruangan hening sejenak, sebelum tepuk tangan peserta media gathering pecah. Bukan hanya karena paparan penuh data, tetapi juga keyakinan bahwa arah transformasi ekonomi Indonesia memang sedang berada di jalur yang tepat.
Berita Terkait
-
Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,42 Persen, QRIS Jadi Game Changer UMKM
-
Serunya Pekan QRIS Nasional 2025, Palembang Makin Go Digital
-
Pekan QRIS Nasional 2025 di Sumsel: Naik LRT Cuma Rp80, Hadiah & Promo Bertebaran
-
BI Sumsel Punya Nahkoda Baru, Bambang Pramono Siap Jaga Harga dan Kembangkan UMKM
-
Libur Sekolah Bikin Harga Ayam Melejit, Begini Cara Sumsel Kendalikan Inflasi
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
Terkini
-
Profil 4 Pimpinan DPRD Sumsel, Ini Rincian Anggaran Rumah Dinas Miliaran Masing-Masing
-
Kinerja BPJS Kesehatan Disorot, Layanan Diminta Lebih Berpihak pada Masyarakat
-
Takut Asam Lambung Naik? Ini 4 Cara Aman Puasa Daud untuk Wanita agar Tetap Fit
-
Aksi Kolektif Earth Hour, BRI Tunjukkan Komitmen Keberlanjutan
-
Kejutan Undian Pesirah Bank Sumsel Babel, Nasabah Muara Rupit Sukses Boyong Toyota Rush