SuaraSumsel.id - Suasana politik dan sosial di Kota Palembang diperkirakan akan memanas pada Senin (1/9/2025).
Ratusan mahasiswa dari 20 kampus dan organisasi se-Sumatera Selatan bersiap turun ke jalan untuk menggelar unjuk rasa besar-besaran di depan gedung DPRD Provinsi Sumsel.
Koordinator aksi, Adrian dari BEM STIHPADA, mengungkapkan bahwa massa yang hadir diperkirakan mencapai 500 orang.
Tuntutan yang dibawa bukan sekadar isu lokal, melainkan isu nasional strategis yang belakangan ramai diperdebatkan:
- Desakan reformasi Polri agar lebih transparan dan akuntabel.
- Mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset untuk menekan praktik korupsi.
- Penolakan terhadap RUU KUHAP yang dianggap bermasalah.
- Menolak kenaikan tunjangan DPR RI yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.
“Ini adalah suara bersama mahasiswa Sumsel untuk bangsa. Kami tidak akan tinggal diam melihat kebijakan yang menyimpang,” tegas Adrian.
Titik Kumpul dan Rute Pergerakan
Massa akan berkumpul di Taman Simpang 5 DPRD Sumsel sebelum bergerak menuju titik utama di depan gedung dewan.
Pergerakan mahasiswa dibagi dalam beberapa jalur, mulai dari arah Plaju, Bukit, Veteran, Merdeka, Radial, hingga Sukabangun. Skema ini dipilih agar konsolidasi lebih teratur dan terkoordinasi.
Aparat kepolisian bersama TNI sudah menyiapkan langkah pengamanan. Warga Palembang diimbau untuk:
- Menghindari ruas jalan menuju DPRD Sumsel pada jam aksi untuk menghindari kemacetan.
- Tetap tenang dan tidak terprovokasi isu liar atau hoaks di media sosial.
- Memantau informasi resmi dari aparat untuk menjaga keselamatan.
Kapolrestabes Palembang memastikan, pihaknya siap mengawal aksi agar berjalan damai. Namun, jika terjadi potensi gesekan, aparat akan segera mengambil langkah persuasif.
Baca Juga: Siapa Otak di Balik Kerusuhan Palembang Dini Hari? Massa Bermotor Rusak DPRD dan Pos Polisi
Aksi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Sumsel tidak apatis terhadap isu nasional. Mereka kembali memainkan peran historis sebagai penekan kebijakan pemerintah dan DPR, sembari mengingatkan bahwa suara rakyat harus tetap menjadi prioritas utama.
“Gerakan mahasiswa selalu lahir dari kegelisahan rakyat. Apa yang kami suarakan besok adalah cermin keresahan masyarakat luas,” tambah Adrian.
Dengan eskalasi massa yang cukup besar, Palembang diperkirakan akan menjadi pusat perhatian publik besok. Warga diharapkan tetap waspada, sementara publik menanti bagaimana respons DPRD Sumsel menyikapi gelombang suara mahasiswa.
Berita Terkait
-
Siapa Otak di Balik Kerusuhan Palembang Dini Hari? Massa Bermotor Rusak DPRD dan Pos Polisi
-
Kerusuhan Pecah di Palembang, Herman Deru Tegaskan Aksi Bukan Demo tapi Kesengajaan
-
Besok Palembang Siaga Aksi Massa: Pelajar TK, SD, dan SMP Diminta Belajar dari Rumah
-
Anggota TNI Diamankan Saat Kerusuhan Pecah di Palembang Dini Hari, Benarkah?
-
Situasi Terkini Palembang: Puluhan Remaja Diamankan Usai Bakar Pos Polisi dan Rusak Pagar DPRD?
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Ingat Crazy Rich Tulung Selapan? Harta Haji Sutar Terancam Disita, Daftar Asetnya Bikin Kaget
-
Bukan Cabai, Petani di Empat Lawang Tanam 44 Batang Ganja di Dapur Rumah
-
Forum Sawit Besar Digelar di Palembang, Benarkah Bisa Selamatkan Industri Sumsel?
-
Mencari Hotel di Sekitar Cihampelas? Ini 5 Rekomendasinya
-
Yuk Gunakan QRIS Bank Sumsel Babel di Car Free Night Palembang, Transaksi Lebih Hemat