SuaraSumsel.id - Melihat si kecil yang biasanya aktif dan ceria tiba-tiba lemas, rewel, dan suhu tubuhnya terasa panas adalah salah satu momen paling mengkhawatirkan bagi setiap orang tua. Kepanikan adalah reaksi yang wajar, terutama bagi para orang tua baru.
Namun, penting untuk diingat bahwa demam bukanlah penyakit, melainkan sebuah gejala—tanda bahwa sistem kekebalan tubuh si kecil sedang aktif berjuang melawan infeksi virus atau bakteri.
Memahami langkah-langkah yang tepat saat bayi demam tidak hanya membantu meredakan ketidaknyamanan si kecil, tetapi juga memberikan ketenangan bagi Anda.
Sebelum terburu-buru memberikan obat atau menuju ke unit gawat darurat, ada beberapa langkah pertolongan pertama yang bisa dan sebaiknya dilakukan di rumah.
Berikut adalah 7 langkah tepat menghadapi bayi yang sedang demam.
1. Ukur Suhu Tubuh dengan Akurat
Langkah pertama dan paling fundamental adalah memastikan si kecil benar-benar demam. Jangan hanya mengandalkan rabaan tangan.
Gunakan termometer digital untuk mendapatkan hasil yang akurat. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), seorang bayi dikatakan demam jika suhu tubuhnya mencapai 38° Celsius atau lebih jika diukur melalui rektal (anus), atau 37,2° Celsius jika diukur di ketiak.
Mengetahui suhu pastinya akan membantu Anda memantau kondisinya dan memberikan informasi yang jelas kepada dokter jika diperlukan.
Baca Juga: Bahaya Popok Berkandungan Parfum dan Tips Memilih Produk Ramah Kulit Bayi
2. Jaga Kenyamanan Bayi dengan Pakaian Tipis
Banyak orang tua secara refleks menyelimuti bayi yang demam dengan kain tebal dengan harapan bisa mengeluarkan keringat. Ini adalah mitos yang keliru.
Memakaikan pakaian berlapis atau selimut tebal justru akan memerangkap panas dan membuat suhu tubuhnya semakin sulit turun.
Sebaliknya, pakaikan si kecil pakaian yang tipis, longgar, dan berbahan katun yang menyerap keringat. Jaga juga suhu ruangan agar tetap sejuk dan nyaman.
3. Penuhi Kebutuhan Cairan untuk Mencegah Dehidrasi
Ini adalah poin paling krusial. Demam membuat tubuh bayi kehilangan lebih banyak cairan. Dehidrasi adalah risiko terbesar yang harus dihindari. Pastikan si kecil mendapatkan asupan cairan yang cukup.
Berita Terkait
-
Bahaya Popok Berkandungan Parfum dan Tips Memilih Produk Ramah Kulit Bayi
-
9 Parfum Bayi Bebas Alkohol, Harumnya Tahan Lama dan Aman untuk Kulit Sensitif!
-
7 Skincare Bayi Baru Lahir yang Aman dan Teruji, Wajib Tahu Bunda!
-
5 Fakta Ayu Ting Ting Masuk Rumah Sakit Usai Rayakan Ultah, Keluarga Ungkap Kronologi
-
Rekomendasi Bedak Bayi untuk Make Up Sehari-hari: Aman, Ringan, dan Tetap Glowing!
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Identitas Korban Bus ALS di Muratara Mulai Terungkap, Ini Daftar Nama yang Sudah Teridentifikasi
-
Bus ALS yang Terbakar di Muratara Ternyata Bawa Motor dan Tabung Gas Elpiji
-
Perjalanan Pasutri asal Pati Berubah Mencekam saat Bus ALS Terbakar di Muratara
-
Kesaksian Korban Selamat Ungkap Bus ALS Sempat Bermasalah pada Radiator Sebelum Terbakar
-
Siapa Pendiri PO ALS? Kisah Bus Legendaris Sumatera di Balik Tragedi Muratara