Alergi telur terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap protein yang terkandung dalam telur, baik pada putih maupun kuning telur.
Sistem imun keliru menganggap protein tersebut sebagai zat berbahaya, sehingga memicu pelepasan histamin dan zat kimia lain yang menyebabkan reaksi alergi.
Reaksi ini dapat muncul dalam hitungan menit hingga beberapa jam setelah mengonsumsi telur atau makanan yang mengandung telur.
Gejala alergi telur pada kulit biasanya berupa ruam merah, gatal-gatal, bentol-bentol, dan eksim.
3. Ikan
Protein seperti parvalbumin dalam ikan dapat menyebabkan alergi kulit, bahkan uap saat memasak ikan juga bisa memicu reaksi alergi.
Alergi ikan terjadi karena sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap protein tertentu yang terdapat dalam ikan, terutama protein parvalbumin yang merupakan penyebab utama alergi ikan.
Ketika seseorang yang alergi mengonsumsi, bersentuhan, atau bahkan mencium bau ikan, sistem imun menganggap protein tersebut sebagai zat berbahaya dan memproduksi antibodi Immunoglobulin E (IgE).
Antibodi IgE ini kemudian menempel pada sel mastosit (sel biang) yang ada di jaringan tubuh. Saat IgE bertemu kembali dengan protein ikan, sel mastosit akan melepaskan histamin dan senyawa kimia lainnya yang menyebabkan reaksi alergi.
4. Kerang dan makanan laut (seafood)
Protein tropomyosin dan protein lain dalam kerang, udang, lobster, dan kepiting dapat memicu gatal-gatal dan ruam kulit.
Alergi kerang dan makanan laut terjadi karena sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap protein tertentu yang terkandung dalam hewan laut tersebut, terutama protein tropomiosin yang banyak ditemukan pada otot kerang dan jenis seafood lainnya.
Sistem imun keliru mengenali protein ini sebagai zat berbahaya, sehingga memicu produksi antibodi Immunoglobulin E (IgE) yang kemudian menyebabkan pelepasan histamin dan zat kimia lain dalam tubuh.
Pelepasan histamin inilah yang menyebabkan munculnya reaksi alergi pada kulit, seperti gatal-gatal, ruam merah, bentol-bentol, eksim, hingga pembengkakan pada bibir, wajah, atau bagian tubuh lainnya.
Selain gejala kulit, alergi kerang dan seafood juga bisa menimbulkan gejala lain seperti sesak napas, hidung tersumbat, muntah, diare, dan dalam kasus berat dapat menyebabkan anafilaksis yang mengancam nyawa.
Berita Terkait
-
Self-Love Bukan Egois tapi Cara Bertahan Waras di Tengah Tuntutan Hidup
-
CERPEN: Kafe dan Sore yang Terlalu Sempurna untuk Dibatalkan
-
10 Makanan yang Cocok untuk Malam Tahun Baru 2026, Praktis dan Lezat!
-
Finex and doctorSHARE Dukung Akses Kesehatan di Wilayah Kepulauan
-
5 Strategi Jaga Kewarasan Mental di Tahun 2026
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
-
4 HP Snapdragon Paling Murah Terbaru 2025 Mulai Harga 2 Jutaan, Cocok untuk Daily Driver
Terkini
-
6 Fakta Dugaan Pelecehan Mahasiswi oleh Dosen UMP yang Kini Dilaporkan ke Polisi
-
Cek Fakta: Viral Klaim BMKG Deteksi Ancaman Squall Line Malam Tahun Baru, Benarkah?
-
Sepanjang 2025, Transformasi BRI Berbuah Kinerja Solid dan Kontribusi Nyata untuk Negeri
-
5 Rute Touring dari Palembang ke Pagaralam untuk Anak Motor Pecinta Tanjakan
-
Jelang Detik-Detik Tahun Baru, 11 Daerah di Sumsel Berpotensi Hujan Lebat