SuaraSumsel.id - Alergi kulit karena makanan adalah reaksi alergi yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh salah mengidentifikasi protein dalam makanan tertentu sebagai zat berbahaya (alergen).
Tubuh kemudian memproduksi antibodi Immunoglobulin E (IgE) yang merangsang pelepasan histamin dan zat kimia lain ke aliran darah.
Histamin inilah yang menyebabkan munculnya gejala alergi pada kulit, seperti gatal-gatal, ruam merah, bentol-bentol, dan pembengkakan kulit.
Reaksi alergi ini bisa muncul segera setelah mengonsumsi makanan pemicu atau dalam beberapa jam kemudian.
Selain gejala kulit, alergi makanan juga dapat menimbulkan gejala lain seperti mual, muntah, sesak napas, dan pembengkakan pada bagian tubuh lain.
Berikut adalah 6 jenis makanan yang bisa memicu alergi kulit:
1.Susu sapi
Mengandung protein kasein dan whey yang dapat menyebabkan reaksi alergi seperti eksim dan gatal-gatal pada kulit.
Alergi susu sapi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap protein yang terkandung dalam susu sapi, seperti kasein dan whey.
Sistem imun menganggap protein susu tersebut sebagai zat berbahaya (alergen) sehingga memproduksi antibodi Immunoglobulin E (IgE) untuk melawannya.
Ketika tubuh terpapar protein ini lagi, antibodi IgE memicu pelepasan histamin dan zat lain yang menyebabkan reaksi alergi.
Reaksi alergi ini dapat memicu berbagai gejala pada kulit, seperti ruam merah, bentol-bentol gatal (biduran), kemerahan, kulit kering, dan dermatitis atopik.
Histamin yang dilepaskan menyebabkan peradangan dan gatal-gatal pada kulit. Gejala ini bisa muncul dalam waktu 30 menit hingga beberapa jam setelah mengonsumsi susu sapi.
2. Telur
Protein dalam putih telur seperti ovomucoid dan ovalbumin sering memicu alergi kulit berupa gatal dan eksim.
Alergi telur terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap protein yang terkandung dalam telur, baik pada putih maupun kuning telur.
Sistem imun keliru menganggap protein tersebut sebagai zat berbahaya, sehingga memicu pelepasan histamin dan zat kimia lain yang menyebabkan reaksi alergi.
Reaksi ini dapat muncul dalam hitungan menit hingga beberapa jam setelah mengonsumsi telur atau makanan yang mengandung telur.
Gejala alergi telur pada kulit biasanya berupa ruam merah, gatal-gatal, bentol-bentol, dan eksim.
3. Ikan
Protein seperti parvalbumin dalam ikan dapat menyebabkan alergi kulit, bahkan uap saat memasak ikan juga bisa memicu reaksi alergi.
Alergi ikan terjadi karena sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap protein tertentu yang terdapat dalam ikan, terutama protein parvalbumin yang merupakan penyebab utama alergi ikan.
Ketika seseorang yang alergi mengonsumsi, bersentuhan, atau bahkan mencium bau ikan, sistem imun menganggap protein tersebut sebagai zat berbahaya dan memproduksi antibodi Immunoglobulin E (IgE).
Antibodi IgE ini kemudian menempel pada sel mastosit (sel biang) yang ada di jaringan tubuh. Saat IgE bertemu kembali dengan protein ikan, sel mastosit akan melepaskan histamin dan senyawa kimia lainnya yang menyebabkan reaksi alergi.
4. Kerang dan makanan laut (seafood)
Protein tropomyosin dan protein lain dalam kerang, udang, lobster, dan kepiting dapat memicu gatal-gatal dan ruam kulit.
Alergi kerang dan makanan laut terjadi karena sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap protein tertentu yang terkandung dalam hewan laut tersebut, terutama protein tropomiosin yang banyak ditemukan pada otot kerang dan jenis seafood lainnya.
Sistem imun keliru mengenali protein ini sebagai zat berbahaya, sehingga memicu produksi antibodi Immunoglobulin E (IgE) yang kemudian menyebabkan pelepasan histamin dan zat kimia lain dalam tubuh.
Pelepasan histamin inilah yang menyebabkan munculnya reaksi alergi pada kulit, seperti gatal-gatal, ruam merah, bentol-bentol, eksim, hingga pembengkakan pada bibir, wajah, atau bagian tubuh lainnya.
Selain gejala kulit, alergi kerang dan seafood juga bisa menimbulkan gejala lain seperti sesak napas, hidung tersumbat, muntah, diare, dan dalam kasus berat dapat menyebabkan anafilaksis yang mengancam nyawa.
5. Kacang-kacangan
Kacang tanah, kacang kedelai, dan kacang pohon mengandung protein alergen yang dapat menyebabkan eksim, gatal, dan ruam kulit.
6. Biji wijen
Protein dalam biji wijen dapat memicu pelepasan histamin yang menyebabkan reaksi alergi pada kulit seperti gatal dan kemerahan.
Makanan-makanan tersebut mengandung protein yang pada sebagian orang dapat memicu sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan sehingga muncul gejala alergi kulit seperti gatal, ruam, dan eksim.
Jika memiliki riwayat alergi, sebaiknya menghindari atau berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi makanan tersebut.
Berita Terkait
-
Bio Farma Perkuat Ekosistem Halal demi Dongkrak Daya Saing Industri Kesehatan
-
Gubernur Bobby Nasution Targetkan RS Internasional Sumut Beri Layanan Medis Kelas Dunia
-
Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini
-
Menilik Program MBG terhadap Tumpukan Sampah Sisa Makanan
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Rekaman Sebelum Penembakan TNI di THM Panhead Viral, Suasana Mendadak Mencekam
-
Apakah Hellyana Masih Bisa Menjabat sebagai Wagub Babel Usai Divonis Penjara?
-
Di Balik Film 'Halaman Terakhir', Ada Kisah Perpustakaan Mandiri yang Bertahan Sejak 1981
-
Pertamina EP Temukan Potensi Migas Baru di Muara Enim, Produksinya Tembus Ribuan Barel
-
Kasus Rp22 Juta Berujung Penjara, Harta Wagub Babel Hellyana Capai Rp5,6 Miliar