SuaraSumsel.id - Eks pelatih Timnas Indonesia, Nil Maizar, resmi diperkenalkan sebagai kepala pelatih Sumsel United dalam sebuah seremoni penuh semangat di Palembang, Sabtu (14/6/2025) malam.
Bukan sekadar penandatanganan kontrak biasa, momentum tersebut sekaligus menjadi tonggak lahirnya harapan baru bagi masyarakat Sumatera Selatan terhadap masa depan sepak bola daerahnya.
Kehadiran Nil Maizar di Sumsel United bukan tanpa alasan.
Dengan segudang pengalaman melatih tim-tim besar di Liga Indonesia, Nil Maizar memilih Sumsel United karena visi besar yang ditawarkan oleh manajemen klub.
"Saya datang ke sini bukan hanya sekadar melatih tim baru, tetapi untuk membangun sepak bola yang berakar dari Sumatera Selatan," tegas Nil dengan nada optimistis.
Ia mengungkapkan, ada empat syarat mutlak yang harus dipenuhi jika Sumsel United ingin bersaing, bahkan menembus kasta tertinggi sepak bola nasional, Liga 1 Indonesia.
Empat syarat tersebut adalah manajemen yang bertanggung jawab, pelatih berkualitas, pemain berkualitas, dan kualitas pelatihan yang mumpuni.
"Saya lihat manajemen Sumsel United adalah orang-orang yang profesional di bidangnya. Mereka serius membangun tim ini dari nol, bukan hanya sekadar ikut-ikutan membentuk klub," ungkap Nil.
Bagi pelatih asal Payakumbuh, Sumatera Barat itu, proyek Sumsel United jauh lebih besar dari sekadar mengejar promosi ke Liga 1.
Baca Juga: Spesial HUT Palembang! Naik LRT Sumsel Gratis, Ini Cara Klaim Tiketnya
Ia melihat kesempatan ini sebagai panggung untuk membangkitkan gairah sepak bola masyarakat Sumatera Selatan.
Dengan waktu yang tersisa sekitar dua bulan menjelang kick-off Liga 2 Indonesia musim 2025/2026, Nil mengakui tantangannya tidak ringan. Selain harus membentuk kerangka tim, ia juga dituntut untuk menciptakan chemistry antarpemain dalam waktu yang relatif singkat.
“Ini tantangan, bukan masalah. Insyaallah kami akan memulai latihan pada 23 Juni nanti dengan pemain-pemain yang ada, sembari menunggu pemain incaran segera bergabung,” kata Nil.
Presiden Sumsel United, Cik Ujang, menegaskan bahwa kolaborasi antara presiden klub, direktur, dan jajaran manajemen akan menjadi kunci sukses Sumsel United menapaki perjalanan mereka di kompetisi mendatang.
"Ini bukan kerja satu dua orang saja. Ini kerja kolektif, kerja bersama. Kami ingin Sumsel United menjadi kebanggaan baru Sumatera Selatan," ujar Cik Ujang.
Identitas Lokal Jadi Fondasi Kuat Klub
Berita Terkait
-
Akhirnya Resmi! Ini Filosofi Logo Sumsel United FC, Lambang Harapan Sepak Bola Sumsel
-
Sumsel United Bangun Tim dari Eks Sriwijaya FC, Nil Maizar Masuk Radar
-
Dari Rumah Sakit ke Lapangan Hijau, Direktur RS Siti Fatimah Jadi Manajer Sumsel United
-
Selamat Datang Sumsel United! Sriwijaya FC Tak Lagi Sendiri di Liga 2
-
Sumatera Selatan Resmi Punya Klub Liga 2 Baru! Sumsel United Satu Grup dengan Sriwijaya FC
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Motif Masih Didalami
-
Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus Ternyata Anggota BAIS, TNI: Sudah Diamankan di Puspom
Terkini
-
Jelang Hari Raya, 12.352 Pemudik Diberangkatkan BRI ke Kota-kota Tujuan
-
Bank Sumsel Babel Hadirkan 'Welcome to Palembang', Perahu Kajang Jadi Ikon Baru Bandara SMB II
-
Safari Ramadan PTBA Pererat Silaturahmi, Hadirkan Jembatan Kebaikan bagi Masyarakat
-
Pelari Pria Pakai Gandik di Palembang, Budayawan Kecam dan Ingatkan Soal Tradisi
-
Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Rp10 Miliar, Wajah Baru atau Sekadar Percantik Kota?