2. Obat Tekanan Darah (Antihipertensi)
Kopi dapat menghambat penyerapan obat tekanan darah, seperti amlodipine, sehingga obat menjadi kurang efektif.
Selain itu, kafein meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, yang berlawanan dengan tujuan obat tersebut.
3. Obat Asma
Obat asma seperti teofilin dapat menimbulkan efek samping serius jika dikonsumsi bersamaan dengan kopi karena keduanya bersifat stimulan. Kombinasi ini dapat menyebabkan jantung berdebar, sesak napas, dan gelisah.
4. Obat Diabetes
Kafein dapat mengganggu pengelolaan gula darah sehingga mengurangi efektivitas obat diabetes dan meningkatkan risiko komplikasi.
5. Obat Pilek atau Alergi (mengandung pseudoefedrin)
Karena pseudoefedrin adalah stimulan sistem saraf pusat, konsumsi bersamaan dengan kopi yang juga mengandung stimulan dapat meningkatkan risiko efek samping seperti kegelisahan, sulit tidur, dan detak jantung tidak beraturan.
Selain itu, konsumsi kopi bersamaan dengan obat antikoagulan seperti aspirin, clopidogrel, ibuprofen, dan naproxen juga berisiko meningkatkan efek samping berbahaya seperti perdarahan dan syok.
Untuk menghindari interaksi berbahaya, disarankan memberi jarak waktu minimal 2 jam antara minum kopi dan konsumsi obat.
Jika muncul gejala seperti detak jantung tidak beraturan, sesak napas, atau muntah setelah minum obat dan kopi, segera konsultasikan ke dokter.
Jumlah kopi yang dikonsumsi dapat memengaruhi manfaat kesehatan yang didapat, dengan batas tertentu untuk mendapatkan manfaat optimal dan menghindari risiko.
- Manfaat Optimal Berdasarkan Jumlah Kopi: 2-4 cangkir per hari dianggap ideal dan wajar bagi kebanyakan orang, dengan batas hingga 400 mg kafein per hari. Jumlah ini dikaitkan dengan penurunan risiko kematian secara keseluruhan.
- Untuk Kesehatan Hati: Mengonsumsi satu cangkir kopi dapat mengurangi risiko gangguan hati sebesar 15 persen, sementara empat cangkir kopi dikaitkan dengan penurunan risiko hingga 71 persen.
Tag
Berita Terkait
-
Kartu BPJS Kesehatan PBI Tiba-tiba Nonaktif? Jangan Panik, Begini Cara Mudah Mengaktifkannya Kembali
-
11 Juta Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan, PDIP: Keselamatan Rakyat Tak Boleh Dikalahkan Birokrasi!
-
Kemenkes Bangun 66 RS Tipe C di Daerah Terpencil, Apa Saja Fasilitas Canggihnya?
-
Kesehatan Mental Generasi Muda: Antara Tantangan dan Layanan Pemerintah
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
Terkini
-
Pegadaian Pastikan Keamanan Investasi Emas di Tengah Antrean Pengambilan Fisik
-
BRI Dinilai Berperan Besar Sukseskan Program Perumahan Rakyat Pemerintah
-
Ziarah Kubro Palembang: Tradisi Wisata Religi Ribuan Jemaah, Sejarah, Makna, dan Daya Tariknya
-
PTBA Dorong UMKM Belitang Naik Kelas Lewat Penguatan Pengelolaan Keuangan
-
Program BRIVolution Reignite Dorong Kinerja BRImo, Transformasi Digital BRI Makin Kuat