Tak sekadar proyek jangka pendek, upaya ini dirancang sebagai program berkelanjutan yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta.
Dengan skema kerjasama, proyek ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pengelolaan sampah modern yang tak hanya ramah lingkungan, tetapi juga bernilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Targetnya tahun ini kita kejar agar mencapai 51,2% (realisasi pembangunan)," ujar Hanif.
Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Palembang diproyeksikan mampu menghasilkan listrik hingga 20 megawatt (MW).
Dari total kapasitas tersebut, sekitar 17,7 MW ditargetkan akan masuk ke jaringan PLN untuk memperkuat backbone listrik di Kota Palembang.
Kehadiran pasokan energi ini diharapkan dapat menjadi salah satu penopang kebutuhan listrik masyarakat, sekaligus menjadikan sampah memiliki nilai manfaat nyata.
Berdasarkan laporan Pemerintah Kota Palembang per 30 Desember 2024, progres pembangunan fisik PSEL telah mencapai 18 persen, sesuai dengan target yang ditetapkan dalam rencana kerja.
Seluruh proses konstruksi hingga tahap commissioning ditargetkan selesai dalam waktu 24 bulan. Dengan demikian, fasilitas PSEL ini diharapkan bisa beroperasi penuh pada 2026 dengan berkontribusi nyata dalam mendukung ketahanan energi sekaligus mengurangi beban sampah di Palembang.
Dalam kunjungan tersebut, Hanif sempat menegaskan bahwa persoalan sampah bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Baca Juga: Pendaftaran SPMB Palembang 2025 Tahap 2 Dibuka, Ini Cara Daftar dan Link Resminya
Karena itu, ia mendorong pendekatan berbasis sumber, di mana setiap pihak yang menghasilkan sampah juga harus berperan aktif dalam pengelolaannya.
Menurutnya, pengelolaan sampah akan lebih efektif jika melibatkan partisipasi masyarakat dan dunia usaha. “TPS 3R yakni Reduce, Reuse, Recycle sebaiknya dikelola secara entrepreneurship. Bukan sepenuhnya ditangani pemerintah daerah, guna menciptakan nilai ekonomi dari sampah,” ujarnya menekankan.
Dengan pola ini, sampah tidak lagi dipandang sebagai beban semata, melainkan sebagai sumber peluang ekonomi yang bisa membuka lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Penting Memastikan Emisi Buang PSEL
GIS Analyst dari Institute for Essential Services Reform (IESR) Sodi Zakiy Muwafiq menilai bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau PSEL memang bisa menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah di kota besar seperti Palembang.
Namun, ia mengingatkan pentingnya memperhatikan dampak lingkungan, terutama terkait emisi gas rumah kaca serta polutan berbahaya seperti dioksin dan furan yang bisa muncul dari proses pembakaran (insinerasi).
Berita Terkait
-
Pendaftaran SPMB Palembang 2025 Tahap 2 Dibuka, Ini Cara Daftar dan Link Resminya
-
Puluhan Wilayah Palembang & Sekitarnya Alami Pemadaman Listrik, Ini Jadwal Lengkapnya
-
42 Ribu Siswa di Palembang Siap Terima Seragam Gratis, Ini Syaratnya
-
Sakit Hati Tak Dilibatkan, Warga Palembang Bacok Teman Sendiri Saat Potong Daging Kurban
-
41 Ribu Seragam Gratis untuk Anak Sekolah di Palembang, Cek 3 Syaratnya Sekarang
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Pertamax Naik, Ongkos Travel Sumsel Ikut Merangkak: Rute Palembang hingga Rp280 Ribu
-
Kasus BPK Sumsel: Mengapa KPK Belum Tetapkan Kabid BPK Sebagai Tersangka?
-
Masak Tepi Sungai 2026 Digelar di Kampung Perigi, Mengungkap Budaya Kopi Palembang
-
Masih Ada Promo! Nikmati Martabak HAR Lebih Hemat dengan QRIS BSB Mobile