Menanggapi beredarnya kabar simpang siur di media sosial, BMKG menekankan pentingnya menyaring informasi. Hanya informasi resmi dari BMKG yang harus dijadikan rujukan.
Masyarakat diminta mengakses informasi melalui kanal resmi seperti situs www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, atau media sosial resmi @infoBMKG.
“Kami mohon masyarakat untuk tidak terpengaruh isu-isu menyesatkan terkait gempa. Tetap tenang, waspada, dan pantau terus informasi resmi dari BMKG,” ujar Wandayantolis.
Gempa bumi yang mengguncang wilayah Banyuasin dan sekitarnya pada Rabu pagi, 28 Mei 2025, menjadi pengingat penting bahwa kawasan daratan di Sumatera Selatan bukanlah wilayah yang sepenuhnya aman dari aktivitas tektonik.
Meski selama ini gempa bumi lebih identik dengan kawasan pesisir atau lempeng laut, kejadian ini menunjukkan bahwa sesar-sesar lokal di daratan juga menyimpan potensi pergerakan yang bisa memicu guncangan.
Untungnya, berkat sistem deteksi dini dan penyebaran informasi yang cepat dari BMKG, serta respons yang relatif tenang dari masyarakat, dampak gempa ini dapat ditekan seminimal mungkin.
Namun demikian, kewaspadaan tetap menjadi kunci.
Masyarakat diimbau untuk tetap siaga, memahami potensi bencana di wilayahnya, dan menjaga keselamatan diri serta keluarga.
Lebih dari itu, dalam situasi seperti ini, penting untuk memilah informasi dan hanya mempercayai kabar dari sumber yang kredibel seperti BMKG agar tidak terseret oleh hoaks atau kepanikan yang tidak perlu.
Baca Juga: Gempa M4,3 Guncang Banyuasin: Getaran Terasa hingga Palembang, Air Sungai Naik
Kesadaran kolektif inilah yang menjadi benteng utama menghadapi bencana alam yang datang tanpa bisa diprediksi.
Berita Terkait
-
Gempa M4,3 Guncang Banyuasin: Getaran Terasa hingga Palembang, Air Sungai Naik
-
Sumsel Gulirkan Rp 3 Miliar per Desa lewat Koperasi Merah Putih, Ini 7 Sektor Usaha Unggulannya
-
ASN Wajib Tahu! Ini Ragam Keuntungan Pinjaman Bank Sumsel Babel untuk Masa Depan Finansialmu
-
Bukan Klub Baru Biasa, Cik Ujang Disebut Bakal Akuisisi Tim Lama Jadi Sumsel United
-
Bank Sumsel Babel Pangkas Suku Bunga Pinjaman ASN: Mulai 5,1 Persen Flat
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji
-
Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh
-
Hujan Sudah Turun, Karhutla Sumsel Belum Tuntas, Seberapa Efektif Dry Ice dan OMC?
-
Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan
-
Membaca Jongot: Hutan Warisan Suku Musi yang Menawarkan Harapan di Tengah Krisis Iklim