Bank Indonesia Sumsel terus memperluas implementasi QRIS hingga ke pelosok kabupaten.
Edukasi keuangan digital menjadi fokus utama melalui kolaborasi dengan sektor swasta dan berbagai instansi pemerintah.
Kampanye digitalisasi yang massif juga digelar secara rutin untuk mendorong masyarakat agar melek teknologi dan percaya menggunakan sistem pembayaran non-tunai yang telah terjamin keamanannya.
“Kolaborasi adalah kunci. Kami bekerjasama dengan pelaku usaha, pemerintah daerah, dan komunitas agar QRIS benar-benar dapat diterima dan digunakan secara luas,” tambah Ricky.
Hingga Maret 2025, gelombang digitalisasi di Sumatera Selatan semakin terasa nyata dengan lonjakan luar biasa dalam penggunaan QRIS.
Volume transaksi menembus angka 43,43 juta, melonjak hingga 382 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya—sebuah bukti betapa masyarakat semakin percaya dan mengandalkan kemudahan pembayaran digital.
Tak hanya itu, nilai nominal transaksi juga meroket hingga Rp2,03 triliun, tumbuh 280 persen dalam waktu singkat hanya tiga bulan.
Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan transformasi ekonomi yang inklusif dan merata.
Jumlah merchant yang bergabung pun mencapai hampir satu juta, tepatnya 979 ribu, selain itu juga terdapat 1,3 juta pengguna aktif yang makin memantapkan diri dalam ekosistem digital.
Baca Juga: Satu Sentuhan QRIS di Palembang: Gerbang Aman Menuju Dunia Transaksi Tanpa Batas
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa digitalisasi bukan hanya jargon, melainkan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Sumsel yang terus melangkah maju bersama teknologi.
Seiring semakin masifnya penggunaan QRIS di Sumatera Selatan, Bank Indonesia tak hanya fokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga menjalankan langkah-langkah preventif yang matang untuk melindungi konsumen.
Penanganan pengaduan menjadi prioritas utama, memastikan setiap keluhan dan masalah segera ditindaklanjuti dengan cepat dan tuntas.
Tak kalah penting, kampanye literasi keamanan digital digencarkan agar masyarakat tidak hanya paham cara menggunakan teknologi, tapi juga waspada dan cerdas dalam menjaga keamanan transaksi mereka.
Momentum tahunan Digital Kito Galo yang sudah memasuki tahun ke-6 menjadi panggung strategis bagi BI untuk memperluas akses sekaligus mensosialisasikan perlindungan konsumen secara lebih masif.
Dalam gelaran ini, Febrita Lustia yang merupakan Ketua Penggerak PKK Sumatera Selatan yang didaulat sebagai Duta Perlindungan Konsumen guna aktif mengajak seluruh lapisan masyarakat memahami pentingnya keamanan transaksi digital, menumbuhkan kepercayaan yang kokoh pada sistem pembayaran elektronik demi masa depan keuangan yang lebih aman dan inklusif bagi semua.
Tag
Berita Terkait
-
Satu Sentuhan QRIS di Palembang: Gerbang Aman Menuju Dunia Transaksi Tanpa Batas
-
Mau Masuk SMA Favorit di Sumsel? Ini 6 Jalur Pendaftaran SPMB 2025
-
BRI Sabet Penghargaan Digital Channel Terbaik 2025 dari BSEM, Bukti Layanan Makin Unggul
-
Mengenal 17 Daerah di Sumatera Selatan: Dari Palembang hingga Musi Rawas Utara
-
Generasi Muda Sumatera Selatan Ambil Peran dalam Transisi Energi Bersih
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?
-
Dua Kali Kebakaran di Konsesi Sawit OKI, Ini Profil PT Ricky Agrindo Sejahtera yang Disidik Polisi
-
Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah
-
Polemik Tunggakan PBB Rp2,33 Miliar Yayasan IGM Palembang, Ratu Dewa Singgung Evaluasi Data
-
Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera