Scroll untuk membaca artikel
Tasmalinda
Jum'at, 06 Desember 2024 | 15:46 WIB
Ketiga pasangan calon (paslon) Pilkada Palembang

Angka partisipasi ini tentu lebih rendah dari target KPU. Pencapaian partisipasi ini pun diakui lebih rendah dibandingkan dengan pesta demokrasi di tahun yang sama, Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Namun idealnya Pilkada punya angka partisipasi yang tinggi karena akan memilih pemimpin yang lebih dekat dengan masyarakat, seperti Gubernur, Wali Kota dan Bupati. Mereka adalah pemimpin yang akan paling sering menjadi tempat mengadu permasalahan pembangunan, termasuk paling cepat merasakan efek kebijakan pembangunannya.

Pada Pilkada 2024, di Sumsel setidaknya menggelar 18 pemilihan baik tingkat provinsi dengan pemilihan gubernur (Pilgub), juga pemilihan wali kota (Pilwako) dan pemilihan bupati (Pilbup).

Mengapa angka yang tidak berpartisipasi meningkat dibandingkan Pileg dan Pilpres 2024?

Baca Juga: Proyek Lambidaro Disetop, Bank Mandiri Digugat Nasabah di PN Palembang

Pengamat politik Universitas Sriwijaya (Unsri), Ferdiansyah menilai sejumlah penyebab menjadikan tingkat partisipasi politik di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) lebih rendah mulai dari hal teknis hingga munculnya fenomena kejenuhan pemilih (voter fatigue). 

Dari sisi politis, ia pun menilai sikap tidak memilih atau tidak bersikap politik (apolitis) muncul karena kurang adanya perang gagasan yang disampaikan para paslon. Belum lagi metode kampanye cenderung sama, seperti merebut endorse dari presiden, sampai mantan presiden.

“Bahkan tak jarang menjadikan garda terdepannya ialah influencer bukan intelektual politik. Influencer ‘kan tentu berbeda dengan mereka para intelektual politik,” ujarnya.

Sementara Pemilihan Presiden (Pilpres) di awal tahun disebut mempengaruhi ketertarikan memilih di Pilkada. 

Pilpres secara langsung melahirkan konsolidasi politik yang akhirnya merujuk pada pemilihan paslon yang maju di Pilkada. 

Baca Juga: Ratu Dewa-Prima Salam Unggul di Pilkada Palembang 2024, Ini Hasil Lengkapnya

“Mungkin karena pemilih berbeda dengan pilihannya saat Pilpres, akhirnya memilih tidak ikut mencoblos Pilkada,” ucapnya.

Load More