SuaraSumsel.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memaparkan sejumlah rencana kerja yang cukup ambisius dalam waktu dekat. Sejumlah rencana tersebut diantaranya menghidupkan ornamen lampu bernuansa songket di Jembatan Ampera sebagai destinasi wisata hiburan nan baru bagi warga Palembang.
Hal ini terungkap dalam kunjungan kerja Pj Wali Kota A Damenta ke PT Pelindo Regional 2. Pemkot berharap jika Pelindo akan mampu berkontribusi dalam upaya mengajak kolaborasi mendukung berbagai agenda Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.
Dia memaparkan berbagai rencana kerja yang akan dilakukan Pemkot Palembang dalam waktu dekat ini, salah-satunya dengan menghidupkan ornamen lampu bernuansa songket di Jembatan Ampera sebagai destinasi wisata hiburan baru bagi warga Kota Palembang.
Revitalisasi kawasan Kambang Iwak (KI), revitalisasi bagian luar Benteng Kuto Besak (BKB), revitalisasi kawasan Rumah Susun (Rusun) dan pelaksanaan World Music Jazz Festival.
Sementara untuk di Kambang Iwak masih dalam pengerjaan.
A Damenta mengungkapkan jika pihaknya sudah meminta izin dan telah mendapat dukungan dari Panglima Kodam II Sriwijaya dalam revitalisasi BKB.
"Kita akan menghidupkan kembali sejarah dari Lawang Borotan di BKB dan tempat ini nanti dijadikan wisata warga palembang di sore hari, nanti juga ada UMKM yang terpilih berada disana," bebernya.
Untuk pelaksanaan revitalisasi Rusun, Pemkot Palembang sudah mendapatkan dukungan dari Negara Kuwait sekaligus berkolaborasi dengan Perum Perumnas.
"Dan agenda kita di akhir bulan November, Festival Music Jazz tingkat dunia yang akan dijadikan acara tahunan. Maka dari itu untuk mewujudkan agenda-agenda Pemkot Palembang dan menghidupkan kembali wisata heritage yang membuat palembang bersinar harapanya kita bisa bekerjasama dengan Pelindo untuk mendukung dan saling bersinergi," ucapnya.
Baca Juga: Ribuan Pendayung Berlaga di Palembang, Perebutkan Piala Panglima TNI
Manajer Keuangan PT Pelindo Regional 2, Imron, menyambut baik kedatangan Pj Wali Kota Palembang beserta jajaran. Ia mengapresasi berbagai program yang sudah direncakan oleh Pemkot Palembang.
"Secara pribadi saya mengapresiasi sekali dan untuk proposal kami terima," ucapnya.
Namun ia belum bisa memastikan apakah CSR masih bisa di penghujung tahun 2024 ini karena anggaran CSR di tahun ini sebagian besar sudah terlaksana.
"Namun tetap saya terima dan akan saya sampaikan pada GM dan akan diteruskan," akunya.
Tag
Berita Terkait
-
Ribuan Pendayung Berlaga di Palembang, Perebutkan Piala Panglima TNI
-
42 Titik Rawan Banjir Palembang Target Pembersihan, Warga Diajak Kerja Sama
-
Pelaku Utama Perkosaan dan Pembunuhan Siswi SMP Dituntut Hukuman Mati
-
Bisa 46 Sidang Sehari, Hakim Palembang Beberkan Beban Kerja Berat demi Keadilan
-
Uang Rp3,4 Juta Berhamburan di Jalan, Kisah Jujur Pengemudi Mobil Bikin Haru
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas
-
HUT RI ke-81, Mitra Grab Palembang Rayakan Semangat Gotong Royong Bersama 810 Mitra
-
Pemkot Palembang Tak Lagi Menanggung 5.502 Guru PPPK, Ini Dampaknya bagi APBD