SuaraSumsel.id - Drama musikal Legenda Pulau Cinta digelar di halaman museum SMB II Palembang (6/7) malam. Meski berlangsung di bawah rintik hujan, namun pergelarannya ramai disaksikan penonton.
Ratusan penonton memenuhi kursi di bawah tenda tampaknya sudah tidak sabar menyaksikan garapan seni pertunjukan kolaborasi antara seni musik, seni tari dan seni drama ini.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Aufa Syahrizal. Nurdin selaku penerima hibah Dana Indonesiana mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak, baik dari Disbudpar Sumsel, Disbud Kota Palembang, para seniman dan seluruh sanggar yang terlibat dalam pagelaran ini.
"Besar harapan saya agar semua seniman kota Palembang dapat bersaing merebut dana hibah dari program Dana Indonesiana Kemdikbud dan LPDP ini agar dapat terus menjadi barometer untuk seniman seniman lain di Sumsel serta dapat berkontribusi dalam menjaga ekosistem kebudayaan di kota palembang," katanya.
Aufa mengatakan Pemerintah pasti akan mendukung apapun yang dibutuhkan seniman daerah. "Oleh karena itu tidak ada alasan untuk tidak didukung pergelaran seperti ini,” katanya.
Adegan pembukaan diisi oleh sembilan penari disabilitas dan satu penari di belakangnya. Pelibatan kelompok disabilitas yang menarik perhatian penonton karena dipandu oleh seseorang yang menggunakan isyarat.
setelahnya baru drama musikal Tan Bun An dari Tiongkok yang disambut oleh pamannya di Palembang. Tan Bun An bertemu pandang dengan seorang gadis Palembang Siti Fatimah yang diperankan oleh Shellyna Salsabila.
Pandangan pertama itu membuat Tan Bun An yang diperankan oleh Erick Pirselly jatuh hati.
Melihat kelakuan Tan Bun An seringkali dia diolok-olok oleh pengawalnya yang diperankan oleh Juanda, paman Tan Bun An pun ikut heran dengan prilaku keponakannya ini.
Baca Juga: Diskusi Lorong Palembang: Pj Wali Kota A Damenta Berdialog dengan Warga 24 Ilir
“Hayya, sepertinya oe terkena penyakit cinta. Ini bahaya. Orang bisa bunuh diri gara-gara cinta,” kata Paman Tan Bun An yang diperankan oleh Yussudarson Sonov.
Karena takut akan terjadi apa-apa, Paman Tan Bun An segera melamar Siti Fatimah. Kehendak berjawab, lamaran diterima oleh Abah Siti Fatimah dengan mahar tujuh guci emas yang akan dikirim dari Tiongkok.
Ketika menunggu kiriman ditampilkan pula pertunjukan Barongsai dan Wushu.
Tan Bun An sangat kecewa dan emosi melihat asinan sawi di dalam guci emas.
Diapun membuang guci-guci emas tersebut ke sungai. Nahasnnya, pada saat guci ke tujuh, dia terpeleset dan mendapatkan jika guci tersebut juga berisikan emas.
Tanpa pikir Panjang Tan Bun An segera terjun ke sungai Musi.
Berita Terkait
-
Diskusi Lorong Palembang: Pj Wali Kota A Damenta Berdialog dengan Warga 24 Ilir
-
SOHE Kembali Bertemu, Sinyal Dukungan Mawardi Yahya di Pilkada Sumsel 2024?
-
Pawai 1 Syuro 27 Ilir Warnai Perayaan Tahun Baru Islam dengan Semangat Religius
-
4 Nelayan Terombang-ambing 12 Jam di Laut Usai Kapal Ditabrak Kapal Kargo
-
Palembang BSB Rebut Kemenangan Dramatis 3-2 Atas Bhayangkara Presisi
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
BRI Siap Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perkuat Kredit Produktif
-
Sebulan Beroperasi, KA Rajabasa Ekonomi Premium Layani 66.521 Penumpang, Hubungkan Sumsel-Lampung
-
Kasus Korupsi Lampu Jalan Palembang Merembet, Wali Kota dan Wawako Bisa Diperiksa
-
Ketimpangan Sumsel Makin Rendah, Tapi Jurang Pengeluaran Kota dan Desa Masih Terasa
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Tapi 870 Ribu Warga Masih Hidup di Bawah Garis Miskin