PLTS yang digunakannya akan mulai maksimal bekerja sejak adanya sinar matahari, sekitar pukul 6 pagi. Lokasi kedai yang hamparan ruang yang lebar memungkinkan menyerap energi cukup maksimal. “Meski saat hujan, PLTS sebenarnya masih bisa bekerja. Karena bukan hanya sinar, namun juga sinar UV juga bisa diserap menjadi energi,” ucapnya.
Saat PLN alami blackout, ia mengaku tidak mengalami hambatan dalam industri pengolahan kedai kopi tersebut. Saat itu, siang hari ia bisa mengandalkan sinar matahari, karena saat Sumsel alami blackout, cuaca cukup terik.
“Kelebihan listriknya juga bisa disalurkan ke kantor HaKI saat listrik padam blackout, artinya aktivitas kantor masih bisa dilakukan terutama untuk Wifi,” ujarnya.
Komponen PLTS yang dimiliki melalui program kerjasama program Energi Bersama Ford Foundation terdiri dari panel surya atap, invelter, panel kontrol, dan unit baterai.
Baca Juga: Berikut 7 Tradisi Hari Raya Kurban di Sumatera Selatan
Reja yang merupakan perintis bisnis ini mencoba membandingkan penggunakan PLTS, listrik PLN ataupun genset saat listrik padam.
Dia menghitung, jika bisa pembelian unit PLTS bisa berbiaya sekitar Rp60 juta. Sementara di kedainya ia menghabiskan Rp1 juta perbulan dan setahun bisa Rp12 juta diserahkan kepada PLN sebagai tagihan menggunakan listrik asal dari batu bara.
“Dalam 5 tahun ia bisa membeli PLTS. Namun jika berhemat di awal membeli PLTS sebagai aset usaha maka ia bisa menghemat 50 persen pengeluaran listrik. Apalagi listriknya lebih konstan dibandingkan genset saat listrik padam. Kestabilan listrik saat diperlukan menjaga ketahanan alat dalam operasional kedai kopi seperti ini,” ucapnya.
Meski diakuinya, PLTS memang butuh dukungan sumber energi lainnya dalam penggunaannya.
“Untuk PLTS dengan menyala dari pagi sampai sore, memang menghasilkan energi listrik yang bisa diandalkan seperti halnya PLN di saat situasi optimal, seperti sinar matahari maksimal. Namun saat malam, sangat mengandalkan kapasitas baterai. PLTS nya berkapasitas produksi 2000 watt hanya akan bertahan 3 jam maksimal. Jika ingin produksi lebih besar, tentu menambah unit PLTS nya,” ujar Reja sembari menegaskan jika PLTS yang dipakai atas inisiatif swadaya oleh warga, memang butuh dukungan Pemerintah.
Baca Juga: Adu Pendidikan Bakal Calon Gubernur Sumatera Selatan: Ada yang Kuliah Lagi
Pemerintah Permudah PLTS
Berita Terkait
-
PLN IP Kerahkan Ribuan Petugas untuk Jaga Pasokan Listrik di Momen Idulfitri
-
Tol di Sumatera, Kalimantan, dan Bali Dipadati Kendaraan! Ini Pemicunya
-
Arus Balik Lebaran: Hutama Karya Gratiskan 5 Ruas Tol Trans Sumatera
-
PLN IP Penuhi Kebutuhan Listrik saat Malam Takbir dan Idulfitri
-
CEK FAKTA: PLN Beri Voucher Token Gratis Rp250 Ribu untuk Daya 450-2.200 VA
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Darma Agung Club 41 Palembang Beroperasi Diam-Diam Meski Resmi Ditutup?
-
Herman Deru Pulang Kampung, Halal Bihalal di OKU Timur Penuh Keakraban
-
Pasca Penusukan Sadis, Izin Operasional DA Club 41 Palembang Dipertanyakan
-
Detik-Detik Kecelakaan Maut di Lahat: Satu Keluarga Tewas Saat Hendak Silaturahmi
-
Lebaran Berkah Bersama Bank Sumsel Babel: Mudik Gratis, Zakat Digital, dan Dana Tunai Siap