Scroll untuk membaca artikel
Tasmalinda
Rabu, 27 Maret 2024 | 12:52 WIB
Kampanye cinta, bangga dan paham rupiah di auditorium UIN Raden Fatah Palembang

Misalnya salah satu pendongeng mengajak ratusan anak tersebut kembali melihat uang kertasnya dengan cara mencoba melihat, menerawang dan meraba lapisan uang kertas tersebut.

Kepala BI Sumsel, Ricky Gozali menjelaskan mencintai rupiah penting dikenalkan sejak dini, terutama pada anak-anak di sekolah dasar (SD). Hal ini menjadi upaya perwujudan atas kemampuan masyarakat memperlakukan rupiah secara tepat dan mampu terhindar dari kejahatan uang palsu.

"Tiga cinta rupiah itu dilakukan dengan mengenali, merawat dan menjaga," ujarnya pada kesempatan tersebut.

Sementara bangga rupiah menjadi simbol bagi bagi kedaulatan, alat pembayaran dan pemersatu bangsa.

Baca Juga: Fakta Baru Terungkap dari Pemeriksaan Istri dan Anak Aiptu FN

"Harapannya masyarakat (sejak dini) bisa memahami rupiah sebagai alat pembayaran, rupiah juga berperan dalam stabilitas ekonomi, dan sebagai alat penyimpan nilai kemampuan. Paham rupiah bisa juga diartikan bertransaksi, berbelanja, dan berhemat," ujarnya kepada Suara.com.

Load More