SuaraSumsel.id - Japanese Film Festival hadir di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Setelah sempat digelar di kota Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, Makassar dan Bandung, maka dilaksanakan di dua kota tambahan yakni Medan dan Palembang.
Di Palembang dimulai pada Januari 2024 sebagai Special Screening. Singgah di kota Palembang menjadi kali pertama JFF menayangkan film-filmnya di Sumatra. Berikut deretan film Jepang yang diputar di Palembang, Sumsel.
Pemutaran ini pun mengundang antusiasme penonton khususnya di luar Jawa yang juga ingin menikmati festival film Jepang yang telah hadir di Indonesia sejak tahun 2016. Para penonton tersebut nantinya akan memiliki pengalaman yang sama dengan lebih dari 11.000 penonton lainnya yang sudah datang di JFF Jakarta, Makassar dan Bandung.
Berikut 6 film yang diputar di Japanese Film Festival di Palembang, Sumsel.
Setiap kota akan memutarkan enam film dari beragam genre. Beberapa judul merupakan film yang banyak diminati di kota sebelumnya dan wajib masuk dalam daftar tontonan di Japanese Film Festival, di antaranya:
1. A MAN
Peraih delapan penghargaan dalam Japan Academy Film Prize. Diadaptasi dari novel karya HIRANO Keiichiro, film ini diperankan oleh aktor-aktor Jepang kenamaan seperti TSUMABUKI Satoshi, ANDO Sakura, dan MASATAKA Kubota. A MAN menjadi film pembuka Japanese Film Festival 2023 dan tiketnya terjual habis untuk tiga kali penayangan di Jakarta.
2. MONDAYS: See you “this” week!
Lagi suntuk karena pekerjaan? Menonton film ini menjadi pilihan tepat di akhir pekan saat JFF berlangsung. Film ini terasa dekat karena bercerita tentang kehidupan orang dewasa dalam menjalani dinamika kehidupan bekerja dan mengejar impian. Dibalut dengan adegan komedi, film ini berhasil menghibur sekaligus memberikan makna yang hangat dan menyentuh hati.
Baca Juga: Kejati Sumsel Ogah Periksa Saksi yang Nyaleg di Kasus Korupsi Pasar Cinde, Ada Apa?
3. We Made a Beautiful Bouquet
Dinamika hubungan percintaan selalu menjadi daya tarik untuk sebuah film drama. Dibintangi oleh dua aktor muda Jepang yang populer, SUDA Masaki dan ARIMURA Kasumi, film ini wajib masuk dalam daftar tontonan di JFF 2023 dan bersiaplah untuk galau setelahnya.
4. Gold Kingdom and Water Kingdom
Tidak sah rasanya jika datang ke Japanese Film Festival tanpa menonton film animasi. Gold Kingdom and Water Kingdom merupakan film yang diadaptasi dari manga dengan judul yang sama. Bercerita tentang hubungan dua negara yang saling bertikai dan sepakat mengirimkan seseorang sebagai calon pasangan yang terpilih. Lucu, menggemaskan, dan sarat topik geopolitik yang menggelitik.
Berita Terkait
-
Remaja Wahyuni Menghilang Tanpa Jejak, Tangis Ibunya Pecah di Depan Polisi
-
Aksi Durhaka Remaja Palembang Gadaikan Motor Orang Tuanya, Berakhir di Penjara
-
Viral Video Tujuh Orang Boncengan Naik Motor di Jembatan Ampera, Ini Kata Polisi
-
Buntut Viral Duel Celurit, 2 Remaja Putri di Palembang Ditetapkan Tersangka tapi ...
-
Kejati Sumsel Ogah Periksa Saksi yang Nyaleg di Kasus Korupsi Pasar Cinde, Ada Apa?
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
Peserta Latsarmil Koperasi Merah Putih Asal Baturaja Meninggal, Disebut Alami Henti Jantung
-
Hari Ketiga GPR x DKG 2026 Semarak, Wadah Pelestarian Budaya dan Penguatan Ekonomi Kreatif
-
Festival Lahan Basah Tempirai Hidupkan Lagi Joadah, Kuliner Beras Hitam Masyarakat Musi
-
Petani Tewas di Kebun Sawit Wilmar, Komnas HAM Didesak Turun Usut Penembakan
-
Festival Lahan Basah Tempirai: Kedatuan Sriwijaya Menjaga Lahan Basah Sungai Musi