SuaraSumsel.id - Penunjukkan Palembang Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai tuan rumah yang mempertemukan timnas Indonesia kontra Brunei Darussalam belum ada perubahan lokasi.
Sekretaris Umum Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) Sumatra Selatan AKBP (Pur) Syahril Musa memastikan hal tersebut.
PSSI memastikan laga Indonesia melawan Brunei Darussalam pada babak kualifikasi Piala Dunia 2026 yang digelar di Stadion Gelora Sriwjaya, Kota Palembang, pada 12 Oktober 2023, masih sesuai dengan jadwal.
"Belum ada surat pembatalan yang diterima sampai saat ini jadi masih tetap mengikuti jadwal awal yang telah ditetapkan, saya telah menghubungi pihak yang memantau acara ini dan sampai sekarang belum ada petunjuk resmi dari atasan (ketua PSSI)," kata Syahril
Jika ada pembatalan suatu pertandingan, maka ada dikirimkan surat pemberitahuan pembatalan resmi dari PSSI yang akan diterima H-7 pertandingan.
"Surat pembatalan resmi biasanya diterima paling tidak H-7 atau H-5 sebelum pertandingan, jadi sementara ini masih berpatokan dengan kesiapan awal untuk tanggal 12. Kalau ada nanti pemberitahuan secara resmi pasti akan masuk surat, untuk surat pembatalan belum kita terima sampai hari ini," jelasnya.
PSSI Sumsel telah mempersiapkan segala sesuatu, mulai dari segi lapangan, keamanan, dan lainnya, agar pertandingan dapat berjalan lancar tanpa adanya kejadian yang berarti.
"Kami selalu siap apalagi untuk lapangan sudah siap, berkoordinasi dengan panitia pusat, termasuk FIFA untuk memastikan semua persiapan sesuai dengan yang dibutuhkan," ujarnya.
Kota Palembang masih dilanda bencana kabut asap, dirinya berharap pemerintah di daerah itu dapat meredakan permasalahan tersebut dalam beberapa hari ke depan.
Baca Juga: Kapolda Sebut 4 Perusahaan HGU Sawit Dan HTI Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla Sumsel
"Menjelang 10 hari sebelumnya pertandingan, semoga pemerintah daerah dapat meredakan kabut asap. Sehingga pertandingan tersebut dapat digelar sesuai dengan dijadwalkan oleh FIFA,” kata Syahril.
Direktur Utama Jakabaring Sport Center (JSC) Meina Fatriani Paloh menyampaikan pihaknya sudah mempersiapkan Stadion GSJ agar tidak mengalami kendala selama pertandingan berlangsung.
"Kami lebih ekstra perawatannya menjelang laga Timnas Indonesia menghadapi Brunei Darussalam pada babak kualifikasi Piala Dunia 2026," katanya [ANTARA]
Berita Terkait
-
Palembang Masih Diliputi Kabut Asap, Laga Indonesia vs Brunei Darussalam Pindah ke GBK
-
Udara Palembang Memburuk, Dinkes: Ada 600-700 Anak Berobat Per Hari Karena ISPA
-
Kapolda Sebut 4 Perusahaan HGU Sawit Dan HTI Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla Sumsel
-
Profil Yoan Sandradyta, Selebgram Palembang Dukung Pembakaran Hutan dan Lahan
-
Kabut Asap Palembang - Jambi Makin Parah, Ini Penyebab dan Dampaknya Bagi 760 Ribu Siswa
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas
-
HUT RI ke-81, Mitra Grab Palembang Rayakan Semangat Gotong Royong Bersama 810 Mitra
-
Pemkot Palembang Tak Lagi Menanggung 5.502 Guru PPPK, Ini Dampaknya bagi APBD