Scroll untuk membaca artikel
Tasmalinda
Selasa, 30 Mei 2023 | 10:39 WIB
Dapoer Duren Palembang [Suara.com/Tasmalinda]

Untuk bahan baku, Dirga akui mensuplai dari Medan, Sumatera Utara. Dia mengungkapkan bahan baku dari Medan lebih punya kepastian persedian dibandingkan penyuplai durian di Sumsel.

Meski di Sumsel sendiri, banyak pemilik dan pedagang durian yang menawarkan buah durian misalnya dari Lahat, Lubuklinggau dan Tebing.

“Bahan baku dari Medan, sudah dalam bentuk daging beku. Permintaan kami sekitar 1 ton daging durian dalam 2-3 bulan, dan perjanjiannya memang harus selalu ada dengan kualitas yang sama baiknya. Kami juga kembali menyortir, jika ada daging durian yang hambar atau sudah terlalu matang, itu tidak kami pakai,” bebernya.

Menurut Dirga upaya mempertahankan kualitas adalah upaya mempertahankan merek dagang  dalam bisnis kuliner karena sebagai yang mempopulerkan sup durian lezat di Palembang dengan segmen semua usia, Dapoer Duren Palembang menjamin pembeli merasakan sensasi durian meski bukan musim panen.

Baca Juga: Curhat Suami di Sumsel, Istri Dan Bayi Meninggal Karena Bidan Puskesmas Lamban Merujuk

“Sesuai dengan taglinen Dapoer Duren Palembang, makan durian dengan sensasi berbeda,” ucapnya.

Pengunjung Dapoer Duren Palembang [dok Dapoer Duren Palembang]

Berharap BRI Makin Kompetitif

Sebagai pelaku UMKM, Dirga mengungkapkan telah menjadi nasabah BRI cukup lama. Dia pun memanfaatkan layanan perbankan BRI sejak tahun 2021 pada unit bisnisnya.

Selama dua tahun terakhir, pembayaran di resto Dapoer Duren Palembang menggunakan layanan BRI sebagai layanan pembayaran nan utama. BRI menyediakan mesin pembayaran digital EDC sekaligus QRIS BRI.

Dengan akumulasi transaksi pembayaran digital yang telah nyaris sama dengan pembayaran tunai, penggunaan layanan BRI sangat membantu UMKM.

Baca Juga: Produsen Kendaraan Tambang Asal Tiongkok Bidik Sumsel

“Transaksi rerata 60 persen tunai sedangkan 40 persen sistem digital termasuk di marketplace. Beberapa sering ada yang sudah 50 persen-50 persen, transaksi tunai dan digital sama besarnya,” sambung Dirga.

Load More