SuaraSumsel.id - Bandar arisan bodong di kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan, Dian (23) berhasil menipu ratusan warga dengan nilai kerugian mencapai Rp6,3 miliar.
Polisi berhasil menangkap Dian saat bersembunyi di pemukiman sawah di Kabupaten OKU Timur. Dian bersama suami melarikan diri ke Jawa Tengah dan Bandung. Melansir Sumselpedia.com-jaringan Suara.com, pelaku bersama suami kabur ke Temanggung, kemudian pindah ke Bandung.
Polisi mencatat terdapat 105 orang korban yang melaporkan pelaku atas dugaan penggelapan. Bahkan polisi khusus membuat posko agar para korban melapor. Data terakahir kerugian para korban mencapai Rp6,3 miliar.
Dari perbuatannya ini, kedua terdakwa kini dìtahan dan dìjerat dengan tindak pidana penipuan dan penggelapan. Dian untuk saat ini kita kenakan Pasal 372 dan atau 378 KUHP, kemudian suaminya dìkenakan Pasal 362 juncto 55 dan 378 juncto 55 KUHPidana.
Melansir sumselpedia.com-jaringan Suara.com, barang bukti sudah dìamankan, dìmana dìantaranya berupa uang tunai ratusan juta, emas 12 suku, handphone serta satu unit mobil Honda Brio.
“Semua aset tersangka masih kami dalami milik pelaku yang merupakan owner arisan fiktif tersebut. Kita juga masih melakukan pengembangan, bisa saja ada tersangka lain nantinya,” tutupnya.
Pelaku juga sudah mengakui kesalahannya. Dalam melakukan tipu gelap itu dia menyadari semua itu terjadi karena khilaf. “Untuk para korban, maaf saya khilaf,” singkat pelaku.
Kasus ini sempat viral setelah adanya video berisi sayembara Rp 15 Juta dari salah satu korban arisan bodong oleh terlapor, di OKU. Polisi menyebut emak-emak yang mengaku korban lebih dari 200 orang.
Video yang dìunggah pada, Selasa (28/2) lalu dengan durasi belasan detik itu dìduga sengaja dìlakukan oleh salah satu korban karena kesal uangnya telah dìlarikan terlapor
Berita Terkait
-
Begini Cara Dian, Bandar Arisan Bodong di OKU Sumsel Kuras Tabungan Emak-Emak Sampai Rugi Miliaran Rupiah
-
Ini Tiga Orang LSM Tertangkap OTT Peras Kepala Sekolah di Lubuklinggau Sumsel, Modus Minta Uang Beli Bensin
-
Guru Ngaji di Sumsel Tega Cabuli Dua Santriwati: Diiming-Iming Bisa Menulis Bahasa Arab
-
Menyapa Palembang Rayakan Era Baru, Collabonation Tour IM3 Hadirkan Kunto Aji Sampai Feby Putri
-
Terendam Banjir, Jalan Lintas Lubuklinggau-Palembang Macet Panjang Pagi Ini
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot
-
Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla
-
Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar
-
51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor
-
PTBA dan UGM Uji Pupuk Kalium Humat dari Batu Bara untuk Tingkatkan Hasil Panen