SuaraSumsel.id - Pelaku pengeroyokan pada tawuran remaja Diki Apriansyah (20) mengaku melakukan penganiayaan terhadap korban. Di hadapan polisi, ia mengaku jika melakukan pembacokan karena pengaruh minuman alkohol.
Diki merupakan satu dari tiga tersangka yang menyebabkan tewasnya Farel Anggara Putra dalam aksi tawuran antar kelompok remaja akhir pekan lalu.
Pelaku Reza yang ditangkap lebih dulu menjelaskan hanya menginjak korban usai dalam kondisi telah bersimbah darah akibat sabetan senjata tajam.
Sementara Diki Apriansyah dan Iqbal yang ditangkap setelah polisi melakukan pengembangan penyelidikan, memiliki peran membacok korban secara bergiliran menggunakan celurit.
“Selain tiga tersangka telah kita tangkap, kami juga mendapatkan alat yang digunakan Diki dan Iqbal berupa celurit yang mereka namai CR02. Sempat dibuang tersangka tak jauh dari TKP namun berhasil kita temukan kembali,” kata Kapolsek Ilir Barat 1 Palembang Kompol Rian Suhendi melalui Kanit Reskrim Iptu Apriansyah.
Tak menutup kemungkinan, kini polisi juga masih melakukan penyelidikan atas terjadinya aksi tawuran antar kelompok remaja yang diduga berjumlah 100 orang lebih.
“Kita masih menyelidiki pelaku lainnya dan kita juga sudah mengantongi identitas para pelaku. Ada beberapa berstatus pelajar, kami imbau untuk para orang tua segera menyerahkan anaknya,” tegasnya melansir sumselupdate.com-jaringan Suara.com.
Pengakuan Diki Apriansyah, jauh sebelum terjadi insiden berdarah tempatnya tinggal di Jalan Ogan, Lorong Pelita, Kelurahan Bukit Lama, Ilir Barat 1 Palembang, sempat diserang oleh kelompok remaja yang diduga merupakan kelompok dari korban.
“Sebelum tahun baru, sempat ada yang melemparkan petasan ke kampung kami (Lorong Ogan –red) sampai ibu saya terbangun,” jelasnya.
Baca Juga: Sempat Buron ke Sumsel, Pelaku Penusukan Pedagang Asongan di Karawang Dicokok Polisi
Hal itu diakui membuatnya kesal. Lantas pada malam aksi tawuran terjadi, ketiga tersangka tersebut mendapat informasi melalui pesan DM oleh rekannya bahwa kelompok korban akan melintas di Jalan Demang lebar daun.
“Pada Ninggu subuh, kami diajak untuk menemui kelompok korban di Jalan Demang. Saat mereka lewat (kelompok korban –red) sudah ada tembakan petasan, dan di saat itu korban terjatuh yang langsung dihajar oleh kelompok kami,” ujarnya.
Diki mengaku tak ingat siapa saja yang ikut menganiaya korban hingga mengalami banyak tusukan dan sabetan senjata tajam.
Ia sendiri mengaku sempat membacok korban bergantian dengan Iqbal yang sudah sejak awal membawa satu bilah celurit dengan nama CR02.
“Iqbal satu kali bacok korban, terus saya pinjam celuritnya terus saya bacok korban, saya tak ingat siapa saja karena sebelum serangan (tawuran –red) itu saya sudah mabok minum anggur merah,” akunya.
Tag
Berita Terkait
-
Modus Pelaku Bobol Toko Ponsel di Mal Ternama Palembang Terungkap, Kloning Barcode Karyawan Toko Lain
-
Pelaku Penusukan Pedagang Asongan di Karawang Dijerat Pasal 338 KHUP, Segini Ancaman Penjaranya
-
Sempat Buron ke Sumsel, Pelaku Penusukan Pedagang Asongan di Karawang Dicokok Polisi
-
Korban Tawuran Tewas di Palembang Belum Terindentifikasi, Polisi Minta Keluarga Lapor Jika Kehilangan Anak
-
Harga Karet di Sumsel Kian Merosot, Ekonomi Makin Sulit
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
6 Rekomendasi Perumahan Dekat Tol di Palembang, Cocok untuk yang Sering ke Lampung
-
Crazy Rich Tulung Selapan Divonis 5 Tahun Meski Terbukti TPPU Narkotika, Aset Tak Semuanya Disita
-
Ada Apa di RS AR Bunda Prabumulih? Pasien Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Saat Subuh
-
Fakta OTT BKPSDM Muratara: Kepala Dinas Diamankan, Uang dan Daftar ASN Naik Pangkat Ditemukan
-
Opini: Menilik Pertanggungjawaban Kasus Koperasi Swadharma Pematangsiantar