SuaraSumsel.id - Seluruh wilayah di Indonesia, termasuk Sumatera Selatan (Sumsel) kini memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level I. Karena itu, Pemerintah daerah kembali mengaktifkan posko penanganan COVID-19.
Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya mengungkapkan sesuai aturan, pemerintah daerah bersama dinas kesehatan dituntut memperketat pengawasan hal-hal yang dapat memicu terjadinya penularan virus corona melalui pos komando (Posko) penanganan COVID-19 hingga di tingkat desa dan kelurahan.
"Mulai hari ini hingga beberapa pekan ke depan di provinsi ini diberlakukan PPKM level I dampak adanya peningkatan kasus penularan COVID-19 sejak Oktober 2022," katanya.
Petugas posko diminta untuk melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat di berbagai pusat keramaian dan kegiatan masyarakat.
Guna mengantisipasi penularan COVID-19, selain vaksinasi, penerapan prokes seperti selalu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan dinilai cukup efektif sebagai tindakan pencegahan.
"Selama penerapan PPKM diharapkan masyarakat mematuhi aturan tersebut sehingga penambahan kasus positif COVID-19 bisa segera dihentikan sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan normal kembali," ujar Wagub Mawardi.
Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sumsel, Yusri menjelaskan bahwa kasus positif COVID-19 di wilayah provinsi ini sejak Oktober hingga November 2022 terdeteksi mengalami penambahan hingga 100 orang lebih.
Berdasarkan laporan dari petugas Dinkes kabupaten/kota terdapat penambahan kasus baru positif COVID-19 sejak Oktober mencapai 100 orang lebih.
Kota Palembang mengalami penambahan terbanyak hingga November ini, tercatat 34 orang.
Baca Juga: Dua Pelajar SMP di Sumsel Duel Maut Gegara Sambal di Tekwan, Satu Tewas
Secara keseluruhan di provinsi dengan 17 kabupaten/kota itu terdapat 83.316 orang positif terinfeksi virus corona dari sebelumnya 83.208 orang.
Melansir ANTARA, mengenai penyebab peningkatan kasus tersebut apakah akibat kemunculan varian virus baru COVID-19, yakni Omicron XBB masih menunggu hasil laboratorium karena saat ini seluruh pasien dalam pemeriksaan.
"Melihat fakta tersebut, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dari ancaman penularan virus corona itu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, terutama di area publik," ujar Yusri.
Berita Terkait
-
Dua Pelajar SMP di Sumsel Duel Maut Gegara Sambal di Tekwan, Satu Tewas
-
Pembatas Proyek Restorasi Sungai Sekanak Dan Sungai Lambidaro Roboh, Bikin Macet Palembang
-
Resep Engkak Medok, Kue Jadul Palembang Cocok Untuk Camilan Anak-Anak
-
Mangkrak 5 Tahun, Makin Banyak Pedagang Pasar Cinde Palembang Gulung Tikar
-
Geger, Pria Tanpa Identitas Gantung Diri di Tiang Bendera Kantor Camat Kertapati Palembang
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
Terkini
-
5 Bedak Padat Korea untuk Wajah Terlihat Cerah dan Natural
-
Nyanyian di Ruang Sidang: Saksi Ungkap Bupati OKU Teddy Meilwansyah Minta THR Rp150 Juta
-
5 Cushion dengan Hasil Setara Foundation Cair Mahal
-
Gangguan Listrik Bikin Air PDAM Palembang Mati Sementara, Ini Wilayah yang Terdampak
-
5 Alasan Foundation Terlihat Berminyak dan Cara Agar Makeup Tampak Glowing