SuaraSumsel.id - Rencana pemekaran kota Palembang antara Seberang Ilir dan Seberang Ulu dinilai sebagai rencana yang cukup baik untuk kemajuan kota Palembang.
Pengamat Tata Kota, Taufik Anwar mengutarakan hal tersebut. “Saya menilai bahwa rencana tersebut merupakan rencana yang cukup baik, karena memang sudah selayaknya kota Palembang ini dilakukan pemekeran. Mengingat kota Palembang sekarang cakupannya luas dan besar,” kata Taufik, Senin (31/10/2022).
Ia menganggap bahwa pemisahan antara daerah Seberang Ilir dan Seberang Ulu sebagai upaya untuk meredam anggapan sentimental dari masyarakat yang ada di daerah Seberang Ulu.
“Pemisahan daerah tersebut bisa membantu pemerintah juga agar pembangunan lebih terfokus dan merata antara Seberang Ilir dan Seberang Ulu. Supaya masyarakat juga nerasa bahwa pemerintah sudah berupaya untuk adil dalam melakukan pembangunan terutama di Seberang Ulu,” tuturnya.
Taufik juga menjelaskan bahwa pekerjaan rumah (PR) pemerintah kota Palembang hingga saat ini masih tentang banjir dan sampah.
“Mau itu di Seberang Ilir atau Seberang Ulu, permasalahan pemerintah masih soal banjir dan sampah. Sehingga dengan adanya pemekaran ini diharapkan pemerintah bisa lebih cepat menyelesaikan masalah tersebut dan juga masalah lainnya,” jelasnya.
Taufik Anwar berharap rencana tersebut dapat segera direalisasikan agar daerah Seberang Ulu bisa mengejar ketertinggalan seperti Seberang Ilir.
“Paling tidak kalau sudah pisah, daerah Seberang Ulu ini menjadi lebih diperhatikan oleh pemerintah, dan diharapkan bisa lebih cepat maju dan mengejar ketertinggalan seperti pembangunan dan juga masalah lingkungannya bisa lebih cepat teratasi,” katanya.
Salah satu warga yang tinggal di daerah Seberang Ilir kota Palembang yaitu Fatimah, mengungkapkan bahwa dirinya kurang setuju dengan rencana pemekaran kota Palembang.
Baca Juga: KPK Terus Sidik Dugaan Korupsi BUMD Sumsel PT. SMS, Pejabat Pemprov Diperiksa
“Kalau saya pribadi kurang setuju, karena di daerah ulu juga sudah banyak pembangunan. Contohnya seperti jalan tol, lintasan kereta api, dan juga ada stadion olahraga dk Jakabaring,” kata Fatimah.
Dirinya mengatakan bahwa pemerintah saat ini juga tengah membangun jembatan-jembatan penghubung antara daerah Seberang Ulu dan Seberang Ilir sebagai akses masyarakat.
“Adanya jembatan itu kan untuk mempermudah aktivitas masyarakat yang misalnya kerja di ilir dan rumah di ulu atau sebaliknya. Dibangunkan jembatan itu artinya bentuk perhatian pemerintah jadi kalau saya pribadi kurang setuju kalau adanya pemekeran kota Palembang ini,” tutupnya.
Kontibutor: Siti Umnah
Tag
Berita Terkait
-
KPK Terus Sidik Dugaan Korupsi BUMD Sumsel PT. SMS, Pejabat Pemprov Diperiksa
-
Sumsel Sepekan: Sriwijaya FC Tak Usulkan KLB PSSI Dan 4 Berita Menarik Lainnya
-
Palembang Diguyur Hujan, Awal Pekan Sumsel Berawan Dengan Potensi Hujan Ringan
-
TDA Gelar Pesta Wirausaha Palembang 2022: Diramaikan Para Mentor Guna Bangkitkan UMKM
-
Palembang Diguyur Hujan Deras Sore Ini, Berikut Daerah di Sumsel Bakal Hujan Sampai Dini Hari
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap