SuaraSumsel.id - Belum lama ini, Geburnur Jawa Barat Ridwan Kamil menghebohkan warga Palembang Sumatera Selatan (Sumsel), karena pernyataannya soal LRT Sumsel. Ridwan Kamil menyebut LRT Sumsel sebagai proyek yang mewah namun sepi penumpang.
Permintaan maaf Ridwan Kamil pun disampaikan di media sosial miliknya. Dia mengungkapkan bagaimana pernyataan mengenail LRT Sumsel tersebut bisa muncul.
Dia memulai dengan menjelaskan poin diskusi Studi Pembangunan di Jababeka terkait studi-studi kasus transportasi dianggap kurang berkenan.
"Kutipan Media tidak menampilkan urutan keseluruhan diskusinya secara utuh sehingga disalahpahami," tulisnya.
Dalam diskusi dikatakan Ridwan Kamil, terdapat developer di Bekasi-Karawang tiba-tiba meminta dibangunkan MRT. Saya menjawab dengan berargumentasi :
"Argumentasinya 1. MRT itu mahal sekali, Rp 1 Trilyun per kilometer. Tidak ada anggaran pemerintah daerah yang sanggup kecuali DKI mungkin," ujar Ridwan Kamil memulai menjelaskan.
"Kedua populasi harus besar supaya penuh dan balik modal cepat, sekaligus harus terkoneksi dengan feeder dan jaringannya harus luas," terang Ridwan Kamil.
Sementara jika populasi sedikit, maka tantangan seperti LRT Palembang yang kondisi ridershipnya penumpang hariannya belum maksimal (berdasarkan penglihatan saya saat kunjungan terakhir).
"Diskusi di Jababeka itu sifatnya akademis membahas plus minus pembangunan indonesia dari zaman dulu sampai sekarang. Bukan format tanya jawab dengan media," sambung Ridwan Kamil.
Baca Juga: Update Harga Sembako di Sumsel: Beras Masih Naik, Cabai Turun Karena Panen
Dia pun mengakui jika kebiasaan sebagai mantan dosen yang selalu beragumentasi dengan memberikan contoh kasus persoalan.
"Mungkin kebiasaan saya sebagai mantan dosen yg selalu berargumen dengan memberi contoh studi kasus. Suka lupa bahwa dalam berstatemen akademik, melekat jabatan saya sebagai pemimpin daerah, sehingga ada kritikan “urus aja atuh jabar, jangan sok komen pembangunan daerah lain”.
Ridwan Kamil pun mengungkapkan jika kritikan mengurus Jawa Barat pun tersebut diterima dengan baik.
"Kritikan itu saya terima dengan lapang dada. Namun jika itu kurang berkenan dan keliru, sekali lagi saya haturkan permohonan maaf. Mungkin saya harus update dan jalan-jalan lagi ke Kota Palembang yang pembangunannya memang keren, pesat dan luar biasa," sambung Ridwan Kamil.
Tak lupa Ridwan Kamil menyematkan pantun sebagai kebiasaan wong Sumsel dalam berkomunikasi.
“Indahnya kembang di motif baju. Menjual gaun ke pulau Sumatera. Kota Palembang memang maju.
Warganya pun bahagia sejahtera," ujar Ridwan Kamil.
Berita Terkait
-
Ridwan Kamil Kritik LRT Palembang, Kena Tegur Publik hingga Berujung Minta Maaf
-
Bandung Tuan Rumah Forum MPR Dunia, Gubernur Ridwan Kamil Bangga
-
Kebutuhan Terus Meningkat, Warga Palembang Cenderung Jual Emas Meski Harga Turun
-
Dilantik Gubernur Ridwan Kamil, Tiga Pejabat Tinggi Pratama Pemerintah Jawa Barat
-
Jabar Future Leaders Scholarship 2022, 614 Beasiswa Pendidikan Diserahkan
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
-
Tsunami Terjadi di Halmahera Barat dan Bitung, Begini Ketinggiannya
Terkini
-
PTBA Akselerasi Transformasi PETI: Dari Aktivitas Ilegal Menuju Motor Ekonomi Desa Berkelanjutan
-
Desa Pajambon Jadi Contoh Sukses Transformasi Ekonomi Berbasis Potensi Lokal Lewat Desa BRILiaN
-
ASN Sumsel WFH Tiap Jumat, Enak atau Justru Jadi Ujian Disiplin?
-
Api Tak Pernah Padam di Kebun Hindoli: Sumur Minyak Ilegal di Lahan Sawit, Siapa yang Biarkan?
-
Detik-detik Perampokan Bersenjata di Indomaret Sekayu: Karyawan Ditodong, Brankas Dipaksa Dibuka