SuaraSumsel.id - Pelatih Tim Nasional Shin Tae Yong mengungkapkan keinginan agar juga mengundurkan diri dari sepak bola Indonesia, jika Iwan Bule mundur.
Hal ini seolah menjawab apa yang menjadi desakan publik akibat tragedi Stadion Kanjuruhan yang menewaskan ratusan suporter Arema AFC.
Ketua PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule diminta mundur dari kursi jabatannya karena dinilai masyarakat sebagai sosok yang harus bertanggung jawab atas tragedi tersebut.
Mendengar banyaknya yang mendesak Iwan Bule untuk mundur, Shin Tae Yong Pelatih Timnas juga ingin munur dari pelatih.
Di media sosial pribadinya @shintaeyong7777, pelatih asal Korea Selatan mengatakan jika ketua PSSI memang harus mundur maka ia pun bakal mundur.
Ia mengemukakan prinsip sepak bola yang ia pegang bahwa kesuksesan yang diraih oleh suati tim adalah andikl dari seluruh pihak yang bekerja sama dan sama halnya ketika satu pihak melakukan kesalahan itu merupakan tanggung jawab semuanya.
“Seseorang yang sangat mencintai sepakbola Indonesia dengan kesungguhan hati dan memberikan dukungan penuh dari belakang agar sepak bola dapat berkembang adalah Ketua Umum PSSI. Menurut saya, jika Ketua Umum PSSI harus bertanggung jawab atas semua yang terjadi dan mengundurkan diri, maka saya pun harus mengundurkan diri,” tulisnya.
“Karena saya pikir jika terdapat kesalahan dari rekan kerja yang bekerja bersama sebagai 1 tim, maka saya pun juga memiliki kesalahan yang sama,” lanjutnya.
“Kita adalah 1 tim. Sepak bola tidak bisa sukses jika hanya performa 11 pemain inti saja yang bagus, bukan juga hanya staf pelatih saja yang bagus, kita bisa mencapai kesuksesan ketika semuanya menjadi satu tim mulai dari pemain inti, pemain cadangan, staf pelatih, official, semua karyawan federasi termasuk Ketua Umum,” ungkap pelatih Timnas itu.
Baca Juga: Cuaca Sumsel Hari Ini: Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Disertai Petir
Shin Tae Yong juga sedikit menyinggung perjalanannya bersama Timnas Indonesia yang terbilang cukup berprestasi merupakan andil dari ketua umum PSSI Iwan Bule.
“Saya dengan masyarakat Indonesia dapat mengembangkan sepakbola Indonesia bersama setelah saya datang ke Indonesia pada tahun 2020. Ini adalah prestasi atau hasil yang dibuat oleh para pemain, fans dan Ketua Umum PSSI yang memilih saya” kata Tae Yong.
Ia juga tidak setuju ketika semua tanggung jawab atas Tragedi Kanjuruhan ini tiba-tiba diserahkan pada ketua umum PSSI.
“Sangat disayangkan nyatanya semua tanggung jawab dialihkan kepada Ketua Umum. Beliau telah mengembangkan sepakbola Indonesia secara keseluruhan. Pasti bisa juga mengatasi keadaan ini dengan baik. Saya pun akan berusaha lebih keras agar sepakbola Indonesia lebih maju lagi,” tegasnya.
Komentar netizen pun langsung menyerbu media sosial ini. Banyak komentar netizen sangat pedas mengharapkan keduanya mundur semua.
"Bisa bgt iwan Bule, mundur lah sekalian gpp," ujarnya.
Berita Terkait
-
Asnawi Mangkualam dan Shin Tae-yong Tak Ingin Iwan Bule Mundur dari PSSI
-
Shin Tae-yong Bakal Mundur jika Iwan Bule Mengundurkan Diri dari Ketum PSSI, Presiden Jokowi Buka Suara
-
Iwan Bule Diam Seribu Bahasa Saat Sambangi Kantor Komnas HAM, Penuhi Pemeriksaan Kasus Tragedi Kanjuruhan
-
Tiba di Komnas HAM, Iwan Bule Bungkam Soal Desakan Mundur dari Ketum PSSI
-
Shin Tae-yong Trending di Twitter Usai Pernyataannya Mau Mundur, Netizen Terbelah Jadi Dua Kubu
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Kian Agresif Perluas Akses Keuangan bagi Masyarakat Daerah
-
Banjir Berulang di Palembang, Benarkah 114 Anak Sungai Tak Lagi Mampu Menampung Air?
-
BRI Peduli Serahkan Ambulans untuk Warga Pagaralam, Akses Layanan Kesehatan Kian Mudah
-
8 Cara Bikin Rumah di Palembang Tetap Sejuk Meski Cuaca Lagi Panas-Panasnya
-
Denda Buang Sampah Rp500 Ribu di Palembang Mulai Diberlakukan Mei, Mampukah Bikin Warga Kapok?